Karyawan jasa penukaran uang asing menunjukkan dolar Amerika di Masayu Agung, Kwitang, Jakarta Pusat, Jumat (2/8/2018). Nilai tukar rupiah terhadap dolar atau kurs kembali menurun, yakni dari sebelumnya sebesar Rp 14.734 per USD pada Kamis (30/8/2018) naik menjadi Rp 14.800 per USD pada pukul 07.00 WIB. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu (21/8) pagi ini kembali mengalami tekanan seiring antisipasi pelaku pasar terhadap sejumlah sentimen global terutama kebijakan dari negara maju.

Rupiah melemah 0,05 persen atau sebesar tujuh poin menjadi Rp14.267 dibandingkan posisi sebelumnya Rp14.260 per dolar AS.

Direktur Utama Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan nilai tukar rupiah bergerak mendatar dengan kecenderungan melemah di tengah antisipasi berbagai kebijakan sejumlah negara maju.

“Ada harapan bagi aset berisiko kembali diminati seiring para pembuat kebijakan di seluruh dunia akan melepaskan stimulus baru,” katanya.

Ia mengemukakan Pemerintah China telah mengumumkan rencana reformasi penetapan suku bunga acuan dengan menurunkan loan prime rate (LPR) dengan mekanisme yang baru dalam rangka mendorong ekonominya.

“Bank sentral China (People Bank of China/PBOC) memulai reformasi suku bunga baru yang dirancang untuk menurunkan biaya pinjaman perusahaan,” katanya.

(Abdul Hamid)