ilustrasi startup (istimewa)

Jakarta, Aktual.com – Saya nggak ngerti apakah pak Menteri ini tidak paham atau pura-pura saja. Mengerjakan bisnis perjalanan umroh itu bukan perkara mudah. Selain itu, tugas untuk memastikan umroh jemaah berjalan lancar dan tanpa tipu-tipu, adalah tugas Kemenag, bukan Kominfo. Oleh karena itu, sertifikasi dan ijin semua dikeluarkan oleh Kemenag.

Entah apa yang ada di kepala Pak Menteri Rudiantara yang kemudian memutuskan untuk mendisrupsi industri perjalanan yang sudah babak belur.

Sejak muncul online travel agent (OTA), kemudian sekarang virtual hotel operator, industri pariwisata bersusah payah untuk menyesuaikan. Saya bilang ‘menyesuaikan’, karena tidak mungkin melawan.

Sekarang kalo kemudian dengan egonya, Pak Menteri Rudiantara tiba2 mengajak dua unicorn Indonesia untuk bergerak kekiri dan kekanan, mengambil jatah biro perjalanan umroh. Ini sudah mulai kebangetan.

Biro perjalanan umroh masih survive dr gempuran OTA karena atribut umroh, baik hotel, tiket sampai dengan transportasi lokal, banyak dipaketkan melalui wholesale. Nah, wholesale bisa mempunyai harga rendah karena mempunyai allotment atau jatah kamar yang akan dialokasikan selama setahun.

(Abdul Hamid)