Jakarta, Aktual.com – Gonjang-ganjing Reshuffle kabinet bukan hanya berhembus dari kalangan istana. Ketidakpuasaan terhadap kinerja menteri yang memunculkan isu perombakan kabinet pun dirasakan rakyat.

Masyarakat menilai menteri yang layak direshuffle adalah Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Marwan Jafar, Menteri ESDM Sudirman Said, Menteri BUMN Rini Soemarno, Jaksa Agung M Prasetyo dan Gubernur BI Agus Martowardojo. Pasalnya, menteri-menteri tersebut seringkali mendapat rapor merah.

Sekjen Himpunan Masyarakat untuk Kemanusiaan dan Keadilan (HUMANIKA) Sya’roni mengatakan jika memang reshuffle dilakukan Presiden Jokowi, sebaiknya yang dijadikan tolak ukur adalah kinerja. Baik itu kader parpol maupun non parpol.

“Kalau memang kinerjanya kedodoran sangat layak untuk dicopot,” ujar Sya’roni di Jakarta, Jumat (15/7).

Menurutnya, pemerintahan Jokowi sangat jauh dari harapan publik, terutama di sektor ekonomi. Bahkan, kata dia, banyak pihak yang sudah memperingatkan bahwa Indonesia akan menuju jurang kebangkrutan.

Sya’roni menilai tim ekonomi sudah tidak memiliki harapan. Semakin lama mempertahankannya, akan semakin mempercepat kehancuran ekonomi Indonesia.

“Tidak ada jalan lain, tim ekonomi lah yang harus dirombak total. Presiden bisa menunjuk figur-figur yang lebih kapabel untuk mengganti tim ekonomi,” cetusnya.

Sementara di bidang penegakan hukum, Kejaksaan Agung dinilai akan garang jika dipimpin oleh profesional yang bukan kader parpol.

“Sedari awal sudah dikritik penunjukkan kader parpol terlalu berisiko terjadinya konflik kepentingan,” pungkas Syakroni.

 

Laporan: Nailin

Artikel ini ditulis oleh: