Padang, Aktual.com – Sebuah truk muatan semen yang terlibat kecelakaan dengan kereta api di Koto Tangah, Padang, Sumatera Barat (Sumbar) pada Selasa (28/3) sekitar pukul 14.15 WIB sempat terseret sekitar lima puluh meter.

Kecelakaan tersebut terjadi di perlintasan tanpa palang pintu, tepatnya di Jalan evakuasi tsunami, Anak Air, Kelurahan Padang Sarai, Koto Tangah, Padang, Sumbar.

“Mesin truk tiba-tiba mati ketika hendak melewati pelintasan kereta dan terjadilah tabrakan yang menyeret mobil sejauh lima puluh meter,” kata Kepala Kepolisian Sektor Koto Tanggah Kompol AKP Afrino di Padang, Rabu (30/3).

Ia mengatakan, dampak dari tabrakan tersebut mengakibatkan satu unit halte bus trans Padang yang ada lokasi hancur. Dedangkan tiang reklame roboh hingga menimpa satu unit mobil minibus.

“Reruntuhan material papan reklame yang terbuat dari besi langsung dibersihkan menggunakan alat berat karena menutupi badan jalan,” katanya.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian materiĀ ditaksir mencapai Rp75 juta.

Afrino menerangkan, kejadian tersebut berawal saat kereta api KA Sibinuang K3 0 0821 PD datang dari arah Kota Padang menuju Pariaman.

Sesampainya di lokasi kejadian, truk Hino berwarna hijau dengan nomor polis BA 9894 LU hendak keluar melewati pelintasan kereta. Namun mesin truk mati saat berada di atas rel sehingga terjadi kecelakaan itu.

Truk nahas itu dikemudikan oleh Dodi yang berusia 60 tahun, warga Jalan Pemuda 3 Bukittinggi, Sumbar. Sedangkan minibus yang tertimpa reruntuhan papan reklame bernomor polisi BM 1964 JO.

Afrino mengatakan, pihaknya telah menurunkan tim untuk memeriksa lokasi kejadian dan mengumpulkan keterangan para saksi guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Peristiwa kecelakaan kereta api tersebut menarik perhatian warga serta pengendara yang melintas di sekitar lokasi kejadian.

(Antara)

(As'ad Syamsul Abidin)