Bojonegoro, Aktual.com – Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro, Jatim, mengeluarkan air Waduk Pacal di Temayang, sekitar tiga meter kubik per detik sejak sepekan terakhir untuk menjaga ketinggian air di tempat itu.

“Air Waduk Pacal dikeluarkan sekitar tiga meter kubik per detik, untuk menjaga ketinggian air tidak maksimal,” kata Pengawas Waduk Pacal UPT Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro Munadji di Bojonegoro, Sabtu (16/4).

Ia menjelaskan air Waduk Pacal dikeluarkan karena ketinggian air pada papan duga di waduk setempat sempat mencapai 114,50 meter dengan debit mencapai lebih dari 20 juta meter kubik.

Padahal, kata dia, ketinggian air Waduk Pacal harus dipertahankan 113,50 meter sebagai usaha menjaga agar ketinggian air tidak merusak bangunan pelimpas yang pernah jebol, tapi perbaikannya belum permanen.

“Saat ini ketinggian air Waduk Pacal mencapai 114,3 meter, sehingga pengeluaran air masih terus berlangsung dalam beberapa hari ke depan,” kata dia.

Kasi Pengelolaan Pemanfaatan Sumber Air Dinas Pengairan Bojonegoro Dodi Sigit Wijaya menjelaskan air yang dikeluarkan melalui pintu pengeluaran yang kemudian masuk ke saluran utama dimanfaatkan petani di sepanjang daerah irigasinya.

Para petani di sepanjang daerah irigasi waduk, kata dia, setelah panen, kembali menanam tanaman padi musim tanam (MT) I, antara lain, di sejumlah desa di Kecamatan Sukosewu, Sumberrejo, dan Kanor.

“Para petani di sejumlah kecamatan sekarang ini mulai membuat pembenihan tanaman padi, sehingga membutuhan air,” katanya.

Ia optimistis perolehan air di Waduk Pacal yang bisa maksimal, akan mampu mencukupi kebutuhan air irigasi pertanian MT I dan II. Apalagi, sekarang ini masih turun hujan, sehingga petani tidak kesulitan memperoleh air.

(Antara)

()