Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Harvick Hasnul Qolbi saat mengikuti webinar yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Peternakan Universitas Padjajaran Bandung, Senin (12/7) dari ruang kerja Kementerian Pertanian RI, Jakarta. Foto: Aktual / Warnoto.
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Harvick Hasnul Qolbi saat mengikuti webinar yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Peternakan Universitas Padjajaran Bandung, Senin (12/7) dari ruang kerja Kementerian Pertanian RI, Jakarta. Foto: Aktual / Warnoto.

Jakarta, Aktual.com – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Harvick Hasnul Qolbi menilai peran generasi muda yang dekat dengan teknologi sangat penting dalam memodernisasi bidang peternakan. Hal ini pun selaras dengan harapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta agar generasi milenial dapat tertarik pada sektor ini.

“Ke depan kita coba mulai membuat program-program yang signifikan, bisa dimanfaatkan ruang tersebut untuk bagaimana berkomunikasi, bagaimana mencari tahu ilmu mengenai pertanian, peternakan ini juga agar dapat penghasilan yang memadai untuk adik-adik sekalian,” ujarnya dalam sebuah webinar yang diselenggarakan oleh BEM Fakultas Peternakan Universitas Padjajaran Bandung, Jakarta, Senin (12/7).

Harvick mengatakan adanya lonjakan jumlah peternak, petani, dan pekebun yang cukup signifikan menunjukkan sektor pangan ini sangat menarik. Menurut data kementeriannya, ada sekitar 3 juta peternak, petani, dan pekebun baru selama masa pandemi, bahkan mampu menyumbang 16,4 persen dari APBN.

Namun, ia mengungkapkan hal ini bukan semata-mata kerja pemerintah melalui programnya, tetapi karena rasa partisipasi masyarakat yang tinggi. Sehingga, Harvick berharap agar sektor pangan ini mampu berkontribusi dalam meningkatkan perekonomian nasional.

Alhamdulillah, ada rejeki mereka di sektor ini. Saya sudah melaporkan ke Pak Presiden, tidak tertutup kemungkinan kalau kita bisa melakukan ekspor, utamanya vaksin ternak, hasil-hasil ternak. Jadi mudah-mudahan ini bisa menjadi motivasi pemicu untuk adik-adik,” ungkap tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) ini.

Selain itu, Harvick menegaskan bahwa situasi peternakan di Tanah Air masih cukup baik untuk memenuhi kebutuhan nasional hingga akhir tahun ini. Meski dihadapkan dengan 2 (dua) momentum hari raya, yang rata-rata permintaan konsumsinya meningkat, namun ia sangat optimis hal ini dapat dilalui.

“Situasi peternakan di tanah air, Alhamdulillah peternakan kita cukup baik. Mudah-mudahan di Idul Adha nanti ini juga demikian, sampai ke akhir tahun,” tuturnya.

Pria kelahiran Jakarta ini pun berharap, agar kampus-kampus yang memiliki jurusan pertanian dapat memberikan masukan yang positif kepada mahasiswanya. Sehingga para lulusan sarjana pertanian ini dapat memiliki semangat yang kuat dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.

“Harapan saya juga untuk civitas akademik, terutama dekan dan rektor seluruh Indonesia yang memiliki jurusan pertanian untuk selalu memberikan harapan yang tinggi, memberikan masukan yang positif kepada adik-adik kita ini agar mereka sangat semangat, sangat mendukung program-program pemerintah,” tutupnya.

Dalam Talkshow yang bertemakan APOCON atau Animal Husbandry Podcast Competition of Nation itu tampak dihadiri oleh Dekan Fakultas Peternakan Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung Rahmat Hidayat, Ketua PATAKA Ali Usman, serta ratusan mahasiswa Unpad.

(A. Hilmi)