Wapres menambahkan bahwa perdamaian harus dipupuk, termasuk menempa ikatan kepercayaan antara orang-orang di semua tingkat dan membangun komitmen yang kuat dan solid dari semua elemen masyarakat, untuk menegakkan prinsip saling menghormati dan pengertian dan membangun dialog.

“Inklusivitas dalam membangun perdamaian sangat penting. Setiap orang Afghanistan adalah elemen kunci dan harus menjadi bagian dari solusi. Suara setiap orang Afghanistan harus didengar. Tidak ada yang harus ditinggalkan, semua suara terdengar. Karena Inklusivitas menyuntikkan rasa memiliki dan berbagi tanggung jawab terhadap perdamaian dan pembangunan perdamaian,” pesan Wapres.

Lebih lanjut dikatakan Wapres bahwa hal yang juga penting dalam membangun perdamaian adalah meningkatkan kepercayaan masyarakat dan, meningkatkan kredibilitas proses itu sendiri. “Ini adalah bahan penting untuk perdamaian yang tahan lama,” ujarnya.

Menjadi penduduk Muslim terbesar di dunia, sambung Wapres, Indonesia sangat memahami peran penting dari para ulama dalam memelihara perdamaian dan rekonsiliasi, terutama melalui promosi nilai dan prinsip toleransi dan Islam sebagai Rahmatan lil `alamin, atau Islam sebagai berkah bagi alam semesta.

Untuk itu, kata Wapres, Indonesia, tanpa ragu-ragu menyambut dan menerima permintaan Afghanistan untuk menjadi tuan rumah Konferensi Ulama Internasional. “Indonesia percaya bahwa Konferensi Ulama ini akan berkontribusi untuk mengakhiri konflik yang menghancurkan,” ucapnya.[ant]