Yogyakarta, aktual.com – Pemerintah Kota Yogyakarta terus melakukan berbagai upaya untuk mewujudkan kota yang nyaman sehingga bisa menjadi barometer untuk kota inklusi di Indonesia.

“Salah satu upayanya adalah dengan memenuhi hak penyandang disabilitas seoptimal mungkin,” kata Pelaksana Tugas Asisten Sekretaris Daerah Bidang Kesejahteraan Rakyat Pemkot Yogyakarta Sisruwadi saat peringatan Hari Disabilitas Internasional di Yogyakarta, Senin (9/12).

Ia juga menyebut bahwa pemerintah berupaya memberikan peran yang sama bagi seluruh masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan di Kota Yogyakarta, tidak terkecuali bagi penyandang disabilitas.

Ia menjelaskan penyandang disabilitas adalah warga yang juga memiliki kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama dengan warga Kota Yogyakarta yang lain sehingga jurang perbedaan tersebut perlu dihilangkan.

“Pemenuhan kebutuhan dasar bagi penyandang disabilitas menjadi fokus pemerintah, misalnya di bidang kesehatan dan pendidikan,” katanya.

Di bidang kesehatan, sudah dilaksanakan program jaminan kesehatan khusus yaitu “one stop service” untuk layanan kesehatan penyandang disabilitas, bahkan disabilitas bisa memperoleh alat bantu yang dibutuhkan.

D bidang pendidikan, saat ini tercatat 67 siswa penyandang disabilitas masuk sekolah inklusi dari jenjang TK, SD, hingga SMP di Kota Yogyakarta.

“Pemberdayaan bagi penyandang disabilitas sangat penting dilakukan agar mereka pun bisa berpartisipasi dalam pembangunan dan Yogyakarta bisa menjadi kota ramah disabilitas, kota inklusi,” katanya.

Kepala Dinas Sosial Kota Yogyakarta Agus Sudrajat mengatakan upaya mewujudkan Yogyakarta sebagai kota inklusi juga ditempuh dengan membentuk kecamatan inklusi.

Dari 14 kecamatan di Kota Yogyakarta, 10 di antaranya sudah ditetapkan sebagai kecamatan inklusi dan ditargetkan pada 2021 seluruh kecamatan menjadi kecamatan inklusi.

Untuk pemberdayaan penyandang disabilitas agar mandiri dilakukan dengan pelatihan keterampilan, seperti membatik. Peserta pelatihan bahkan memperoleh bantuan modal dan peralatan.

Bagi penyandang disabilitas berat juga memperoleh bantuan biaya hidup, baik bersumber dari APBN 16 penerima maupun APBD Kota Yogyakarta 175 penerima dengan nilai bantuan Rp300.000 per bulan.

“Peringatan Hari Disabilitas Internasional ini menjadi momentum untuk menyelesaikan permasalahan yang masih dihadapi penyandang disabilitas sehingga mereka pun mampu mandiri,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut juga diberikan penghargaan kepada penyandang disabilitas yang mandiri maupun instansi yang memiliki kepedulian bagi penyandang disabilitas. (Eko Priyanto)

(Zaenal Arifin)