Ketum PPP (Muktamar Surabaya) Romahurmuziy (kanan) didampingi Sekjen Aunur Rofiq menyampaikan paparan pada Refleksi Akhir Tahun PPP di Jakarta, Selasa (29/12). Refleksi Akhir Tahun PPP itu menyoroti perjalanan PPP dalam lingkup organisasi dan sebagai partai pendukung pemerintah selama 2015. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/nz/15

Jakarta, Aktual.com — Sekretaris Jenderal DPP Partai Persatuan Pembangunan Muktamar Bandung Romahurmuziy, akan tetap menunggu kedatangan kubu Djan Faridz pada muktamar islah.

“Saya tetap mengajak Pak Djan, masih ada waktu sampai tanggal 8. Mari selesaikan apa yang pernah dimulai Pak Djan,” kata pria yang disapa Romi, Minggu (3/4).

Menurut dia, permasalahan tersebut tidak sulit untuk diselesaikan asalkan kedua belah pihak ikhlas.

Sebelumnya, pada hari yang sama PPP Kubu Djan menolak penyelenggaraan Muktamar Islah yang digelar 8 April 2016 nanti.

Kubu Djan menilai muktamar islah itu ilegal dan melawan hukum.

Pihaknya pun mengaku tak menerima keputusan Kementerian Hukum dan HAM, yang menyerahkan penyelenggaraan muktamar islah itu ke kepengurusan Muktamar Bandung 2011, karena kepengurusan tersebut dinilai sudah kedaluwarsa.

()