Jakarta, Aktual.com — Maraknya berita negatif masih mewarnai laju rupiah. Meski sudah berada di area supportnya, namun laju rupiah masih lebih menyukai testing support dibandingkan technical rebound.
“Apalagi juga ketika kami sampaikan rupiah sudah sangat terlalu undervalue juga tampaknya tidak terlalu dihiraukan , dimana rupiah lebih menyukai berada di teritori negatif,” ujar Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada.
Kenyataan pahit yang dihadapi ialah meski Bank Indonesia mencoba mengintervensi dengan menggelontorkan cadangan devisa hingga Rp65,9 triliun dalam dua bulan terakhir, nilai tukar rupiah masih terus merosot. Pidato Yellen pun juga tidak cukup kuat menahan pelemahan laju Rupiah.
“Padahal telah jelas bahwa Yellen mempertimbangkan kenaikan di akhir tahun ini bukan dalam waktu dekat ini,” kata dia.
Pada Senin (28/9) Reza memprediksi laju rupiah tertahan di atas target supoport 14.725, yaitu Rp14.725-14.680 (kurs tengah BI). Menurutnya, rupiah masih harus ekstra keras dalam menemukan momentumnya.
“Selama tidak ada sentimen positif maupun berita-berita positif maka laju rupiah pun akan sulit menemukan momentum penguatannya. Meski demikian, tetap mewaspadai sentimen di pasar,” pungkasnya.
Artikel ini ditulis oleh:

















