Aktivitas dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Aktual/HO

Jakarta, Aktual.com – Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman bertemu dengan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Joko Pramono di Kantor Staf Kepresidenan pada Selasa (05/05/2026).

Keduanya membahas upaya pencegahan korupsi dalam program prioritas Presiden Prabowo Subianto, salah satunya Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dudung mengatakan KPK telah melaporkan tentang potensi atau celah korupsi pada program MBG. Salah satunya, praktik dugaan jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Banyak celahnya, ya salah satunya saya dapat informasi tentang ada jual beli titik. Ya itu ada itu, salah satunya ya. Nanti akan saya lihat itu jual-beli titik. Ya, titik SPPG, titik dapur ya,” ujar Dudung.

Dudung mengklaim, masih ada sejumlah celah korupsi lainnya. Namun, dia enggan membeberkan seluruh modus korupsi dalam program unggulan Prabowo tersebut.

Bahkan, dia memberi isyarat praktik korupsi juga diduga terjadi pada penentuan kualitas MBG yang belakangan masih terus terjadi insiden keracunan makanan.

Meski demikian, dia memastikan Presiden Prabowo telah memberikan instruksi yang tegas untuk memeriksa seluruh kecurigaan dan hambatan pada program-program prioritas pemerintah.
Dia juga mengklaim, presiden tak akan ragu untuk memberantas para pelaku korupsi yang mengambil keuntungan ilegal dari program MBG.

“Tadi saya diskusi banyak hal-hal yang terjadi ketimpangan-ketimpangan dan nanti akan saya sidak. Tentunya ini dengan beberapa tim dari kementerian dan kalau misalnya kita ketahui dan betul-betul terbukti, saya tidak akan segan-segan untuk expose secara langsung,” kata Dudung.

Dalam kesempatan yang sama, Agus mengatakan KPK berperan dari sisi pencegahan korupsi. Lembaga antirasuah bakal meninjau tata kelola dan sistem dari program tersebut.

Namun, dia memastikan selama ini KPK sudah memberikan rekomendasi dan masukan kepada Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana.

“Rekomendasi sudah diberikan kepada Kepala BGN dan kita menunggu tindak lanjutnya,” ujar dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Eroby Jawi Fahmi