Walikota Surabaya, Tri Rismaharini (kanan) membeli ikan asap di Sentra Ikan Bulak (SIB) Surabaya, Jawa Timur, Rabu (4/5). SIB yang mampu menampung sekitar 240 lapak tersebut diharapkan mampu mengubah perekonomian nelayan di kawasan tersebut menjadi lebih baik. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/pd/16

Jakarta, Aktual.com – Wakil Ketua DPC PDIP Surabaya Didiek Prasteyono, mengingatkan calon Gubernur DKI incumbent Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), untuk tidak mengusik Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Ahok diminta untuk fokus bekerja mengurus ibu kota, dan tidak melakukan manuver yang tidak perlu.

“Bu Risma tidak pernah mengeluarkan pernyataan Surabaya lebih besar daripada Solo. Walikota Solo bisa jadi presiden, apalagi Kota Surabaya. Seperti yang dikatakan oleh Pak Ahok,” ucap Didiek, dalam keterangannnya, Senin (1/8).

“Ibu Risma saat ini sedang konsentrasi bekerja di Kota Surabaya. Kami berharap Pak Ahok juga dapat melakukan hal yang sama,” tambahnya.

Selaku cagub dari sejumlah partai (Golkar, Hanura, Nasdem), Ahok diminta tak mengadu domba dua kader PDIP, yaitu Tri Rismaharini dan Joko Widodo.

Sebelumnya, Ahok meyakini Tri Rismaharini yang saat ini menjadi Wali Kota Surabaya, dapat memimpin DKI. Pernyataan ini terkait dengan nama Risma yang belakangan santer didukung untuk maju dalam Pilkada DKI 2017.

Bahkan, Ahok terkesan membandingkan kemampuan Risma dengan Jokowi yang sebelumnya menjabat Wali Kota Solo kini menjadi Presiden RI.

“Apalagi seingat saya Bu Risma pernah ngomong, coba nanti dicek ya, kan Surabaya lebih besar dari pada Solo. Wali Kota Solo bisa jadi Presiden (Jokowi), masa Wali Kota Surabaya enggak bisa?” kata Ahok.

()