Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Setyo Wasisto. Foto: Aktual.com/Fadlan Syiam Butho

Jakarta, Aktual.com – Perwira menengah Polri Kombes EB diduga menganiaya tujuh anggota dengan menghantam helm baja ke kepala mereka. Akibatnya, tujuh anggota tersebut terluka di bagian kepala.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto, mengaku belum mengetahui secara detil kondisi ketujuh anggotanya yang menjadi korban. Namun satu di antaranya sempat muntah-muntah.

“Satu sempat muntah, tapi yang lain luka robek di kepala, ada yang benjol di kepala,” ujar Setyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (26/6).

Meski begitu, ia enggan berspekulasi terkait kondisi terburuk ketujuh anggota setelah dihantam pada bagian kepala oleh pejabat Lembaga Pendidikan Polri (Lemdikpol) tersebut.

Para anggota yang menjadi korban kekerasan atasannya itu kata Setyo, sudah divisum. “Sudah dimintakan visum. Kita tunggu,” ungkapnya.

Yang jelas, aksi kekerasan di Polri tidak dibenarkan. Dalam kasus ini, tim dari Itwasum dan Divisi Propam Polri telah diterjunkan ke Jawa Barat untuk mengusut penganiayaan tersebut.

Pamen yang menjabat sebagai Kepala Pusat Pendidikan Administrasi (Kapusdikmin) Lemdikpol itu pun terancam sanksi.

“Ada dua (ancaman sanksi), etika dan pidana. Kalau dilaporkan pidana bisa juga, karena sudah melanggar Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan,” terang Setyo.

Kapusdikmin Lemdikpol Kombes EB dikabarkan menganiaya tujuh anggota Polri yang tengah berjaga di Pusdikmin, Gedebage, Bandung, Jawa Barat pagi tadi.

EB kesal lantaran mobilnya tidak bisa masuk karena terhalang mobil box katering siswa yang hendak keluar. EB kemudian turun dari mobil dan marah-marah.

Perwira menengah itu lantas mengambil helm baja yang ada di pos penjagaan dan menghantamkan ke kepala anggota piket. Tak hanya itu, dia juga mengumpulkan anggota piket lainnya dan dihantam pula kepalanya menggunakan helm yang sama.

 

Fadlan Syiam Butho

()