Dalam aksinya para petani Kendeng menolak Izin Lingkungan Kegiatan Penambangan dan Pembangunan Pabrik Semen PT Semen Indonesia di Kabupaten Rembang. AKTUAL/Munzir

Jakarta, Aktual.com – Puluhan petani asal Pegunungan Kendeng masih melanjutkan aksi Pasung Semen pada Jum’at (17/3). Aksi ini dilanjutkan untuk menagih janji Presiden Joko Widodo terkait pembangunan Pabrik Semen Indonesia di Rembang, Jawa Tengah.

Puluhan petani ini menyatakan akan terus menagih komitmen pemerintah mengenai pemberhentian proyek tersebut. Presiden Joko Widodo sendiri pernah berjanji akan memberhentikan pembangunan Pabrik Semen di Pegunungan Kendeng saat melakukan dialog dengan petani pada tahun lalu.

“Hasil pertemuan itu, pemerintah berkomitmen untuk menindaklanjuti asprasi dari mereka yang menolak pabrik semen, agar lebih dulu melakukan KHLS. Karena itu merupakan amanat undang-undang nomer 32 tahun 2009,” jelas Muhammad Nurkhoiron dari Komnas Hak Asasi Manusia yang ditemui awak media, di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat (17/3).

Bagi Khoiron, kajian tersebut sangat penting karena menjadi landasan jalannya proyek tersebut. Selain itu, ia pun mengharapkan kajian yang lebih komprehensif, khususnya soal dampak pembangunan pabrik terhadap lingkungan hidup di sekitar lokasi pabrik.

“Kajian ini penting untuk melihat daya dukung ekologi lingkungan wilayah sekitar Pegunungan Kendeng. Untuk dikelola salah satunya dalam project pabrik semen. Apakah itu memungkinkan atau tidak, kelebihan dan kekuarangan nya apa saja,” jelasnya.

Para petani Kendeng dan juga gabungan dari para petani dari Karawang terus menggelar aksi menolak adanya pabrik semen. Tapi hingga aksi kelima, jajaran pemerintah belum memberikan respon terhadap aksi tersebut.

(Teuku Wildan)

()