Bisnis LBP boleh moncer. Punya gedung super mewah. Punya penyewa yang bonafid sekelas BUMN Pertamina. Namun kondisi suram terlihat pada bidang kerja kemaritiman yang diembannya.

Prestasi yang memalukan adalah keputusan impor garam. Indonesia yang merupakan pemilik pantai terpanjang kedua di dunia tak sepantasnya impor garam.

Kegagalan lainnya, gagal mewujudkan tol laut, gagal meningkatkan produksi minyak dan gas, kunjungan wisatawan asing masih di bawah Thailand, Malaysia dan Singapura, dan yang terpenting adalah gagal fokus pada bidang kerjanya, karena LBP gemar mengurusi bidang kementerian lainnya.

Sudah tepat kiranya jika Presiden Jokowi menendang LBP dari pusaran kekuasaan.

Oleh: Sya’roni, Ketua Presidium PRIMA (Perhimpunan Masyarakat Madani)

(Abdul Hamid)