Wakil Presiden Jusuf Kalla berbicara dalam sosialisasi amnesti pajak di Auditorium Dhanapala, Jakarta, Kamis (21/7). Dalam kesempatan tersebut, Jusuf Kalla mengatakan amnesti pajak harus dapat dimanfaatkan dengan baik karena pada era implementasi ikhtisar komprehensif mengenai keterbukaan dan pertukaran informasi (AEOI) nanti, pihak yang melanggar kebijakan pajak merupakan musuh bersama dunia. ANTARA FOTO/Rosa Panggabean/nz/17.

Jakarta, Aktual.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk tak menjanjikan dana-dana repatriasi dari program pengampunan pajak (tax amnesty) akan berdampak pada adanya dana-dana murah atau current account saving account (CASA) yang dikelola perseroan

Namun yang dipastikan, dana itu akan menggenjot likuiditas perbankan nasional. “Saya tegaskan, dana dari tax amnesty itu dapat genjot likuiditas perbankan nasional. Tetapi apakah akan otomatis menjadi dana-dana murah, itu yang belum dipastikan,” ujar Wakil Direktur Utama BRI, Sunarso, di Jakarta, Rabu (3/8).

Sejauh ini, BRI sudah menampung dana repatriasi sebanyak Rp9 miliar, sementara dana tebusan dari tax amnesty itu sebanyak Rp2 miliar.

Menurut dia, dana tax amnesty ini apakah nantinya akan menjadi dana murah atau tetap mengendap di instrumen deposito, pihaknya masih melihat perkembangannya lagi.

“Saya sih berharap dana dari tax amnesty itu akan menjadi CASA. Karena orang yang mau merepatriasi dananya itu tentu akan melihat yield-nya bagus atau tidak,” jelas dia.

Sehingga, kata dia, kendati dana dari program tax amnesty, terutama dari dana repatriasi pada akhirnya akan dapat membuat suku bunga kredit bisa lebih rendah lagi.

Namun demikian, satu hal yang pasti dari adanya dana itu terkait likuiditas. Menurutnya, jika likuiditas perbankan mengetat maka akan mendorong suku bunga menjadi lebih tinggi.

“Sebenarnya yang menurunkan suku bunga itu selain likuiditas yang longgar juga cost kita. Bisa dari operational cost atau risiko dari operasioal kredit itu sendiri,” papar Sunarso.

Di tempat yang sama, Direktur BRI, Haru Koesmahargyo menyebutkan, sebagai bank persepsi, perseroan mengakui telah ada 70 account nasabah yang mendaftar program amnesti pajak ini.

“Sebanyak 68 account sudah bayar tebusan dan dua account dari dana yang lakukan repatriasi. Jadi ada hasilnya tax amnesty ini,” jelas Haru. (Busthomi)

(Eka)