Karyawan jasa penukaran uang asing menunjukkan dolar Amerika di Masayu Agung, Kwitang, Jakarta Pusat, Jumat (2/8/2018). Nilai tukar rupiah terhadap dolar atau kurs kembali menurun, yakni dari sebelumnya sebesar Rp 14.734 per USD pada Kamis (30/8/2018) naik menjadi Rp 14.800 per USD pada pukul 07.00 WIB. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, AKtual.com – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta pada awal pekan ini masih berpotensi menguat namun relatif terbatas.

Pada pukul 10.14 WIB, rupiah sendiri masih melemah 22 poin atau 0,16 persen menjadi Rp13.960 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp13.938 per dolar AS.

“Kemungkinan rupiah menguat terbatas walaupun secara teknikal kemungkinan ada pelemahan karena telah menguat secara berturut-turut menguat sejak Kamis minggu lalu,” kata ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih di Jakarta, Senin (22/7).

Dari eksternal, Presiden Trump kembali meminta The Fed untuk segera mengakhiri kebijakan moneter ketat seiring dengan tensi perdagangan dengan China yang masih berlangsung.

Permintaan ini semakin membuat probabilitas The Fed menurunkan suku bunganya pada pertemuan 30-31 Juli 2019 ini semakin besar.

Dari internal, keputusan Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan 25 basis poin menjadi 5,75 persen masih menjadi katalis positif bagi nilai tukar. Dengan keputusan ini tren suku bunga acuan BI ke depan dinilai akan cenderung turun.

(Abdul Hamid)