Presiden Jokowi telah meminta harga BBM dihitung kembali agar dapat diturunkan. Hal ini termasuk ke dalam paket kebijakan ekonomi jilid III yang terus dibahas dan akan segera keluar dalam waktu dekat. Jokowi menyebut keputusan soal turun atau tidaknya harga BBM akan dilaporkan kepada dirinya pada hari Senin, 5 Oktober 2015

Jakarta, Aktual.com — Wakil Ketua DPR Agus Hermanto menilai rencana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), yang melarang penjualan BBM jenis Premium di Jakarta, terlalu terburu-buru.

Perlu pengkajian dan kesiapan Pertamina untuk menggantikan premium yang hingga saat ini masih menjadi pilihan bahan bakar masyarakat. Lagipula, membutuhkan proses yang tidak mudah untuk menghilangkan premium.

“Kalau masalah disetujui atau tidak itu tentunya melalui proses yang panjang melalui RDP, tim pengkaji. Untung ruginya. Untuk mengganti suatu produk harus dipikir dan dikaji mantap. Kalau sekarang ini dihilangkan ini adalah tindakan terburu-terburu. Kita harus melihat kesipan pertamina kita, tekno kita siap tidak,” ujar Agus di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (3/2).

Menurut Agus, bisa saja premium dihilangkan dan membeli pertamax, namun tidak untuk saat ini. Pasalnya, daya beli masyarakat masih rendah, terlebih ekonomi nasional belum stabil.

“Menurut saya daya beli masyarakat masih rendah. Ini dulu yang harus kita perkuat. Kalau mau kita harus perbaiki sektor ekonomi,” katanya

Artikel ini ditulis oleh: