Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) Airlangga Hartarto didampingi jajarannya menemui Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) saat silaturahmi ke kantor DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jakarta, Rabu (4/7/2018). Pertemuan tersebut membahas koalisi partai pendukung Jokowi di pilpres 2019. AKTUAL/Tino

Jakarta, Aktual.comLembaga Survei Charta Politika merilis hasil survei terkait partia yang pantas mengusung Ganjar Pranowo jika PDIP tidak mencalonkannya sebagai capres pada Pilpres 2024.

Hasilnya, Golkar dan PKB menjadi dua partai yang dinilai paling layak mengusung Ganjar.

Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya mengatakan, pihaknya melakukan survei dengan melibatkan 398 responden yang merupakan pemilh Ganjar.

Pertanyaan yang diajukan, yakni jika tidak dicalonkan oleh PDIP sebagai calon presiden, sebaiknya Ganjar Pranowo maju sebagai capres melalui dukungan partai?

“Responden yang menyatakan memilih Ganjar Pranowo, 22,9 persen menyatakan jika Ganjar Pranowo tidak dicalonkan oleh PDIP sebagai calon presiden sebaiknya maju melalui dukungan Partai Golkar,” ujar Yunarto dalam konferensi pers hasil survei bertema ‘Persepsi Publik Terkait Kinerja Pemerintah dan Peta Elektoral Terkini’, Selasa (29/11).

Selanjutnya, Yunarto membeberkan sebanyak 19,1 persen responden yang menyatakan memilih Ganjar Pranowo memilih PKB.

Kemudian diikuti oleh Gerindra sebesaar 12,8 persen; NasDem (7,8 persen); PPP (3,5 persen); PAN (2,5 persen), PSI (2 persen), Perindo (1,5 persen), dan PKS (0,8 persen).

Responden yang tidak jawab atau tidak tahun berjumlah 27,1 persen.

Dalam survei dengan melibatkan 200 responden yang merupakan pemilih PDIP dan Ganjar memperlihatkan hanya ada 54,5 persen yang menyatakan tetap memilih PDIP jika Ganjar tidak dicalonkan PDIP sebagai capres.

Sebanyak 31 persen responden pemilih PDIP dan Ganjar Pranowo menyatakan tidak akan memilih PDIP jika Ganjar Pranowo tidak dicalonkan oleh PDIP.

Sementara itu, responden yang tidak tahu atau tidak menjawab sebanyak 14,5 persen.

Di sisi lain, sebanyak 87,5% responden pemilih PDIP dan Ganjar menyatakan tetap memilih Ganjar Pranowo meskipun tidak dicalonkan oleh PDIP.

Berdasarkan survei terbaru, elektabilitas PDIP saat ini berada di angka 21,7 persen. Kemudian diikuti oleh Gerindra sebesar 14,5 persen; Golkar (9,8 persen); PKB (8,5 persen); Demokrat (7,3 persen); PKS (6,9 persen), NasDem (6 persen); PAN (4 persen), PPP (3,6 persen), dan PPP (3,6 persen).

Elektabilitas Ganjar Pranowo dekitahui kokoh berada di posisi puncak meski Anies Baswedan telah dideklarasikan sebagai capres oleh NasDem. Dalam simulasi 10 nama, elektabilitas Ganjar mencapai 32,6 persen.

Ganjar yang kini menjabat Gubernur Jawa Tengah dua periode ini unggul telak dari Anies Baswedan yang hanya mengantongi elektabilitas sebesar 23,1 persen. Sementara di posisi ketiga ditempati oleh Prabowo dengan 22 persen.

Dalam simulasi tiga nama, Yunarto menyampaikan Ganjar kembali berada di posisi puncak dengan elektabilitas sebesar 37,4 persen. Kemudian diikuti oleh Anies sebesar 29,3 persen dan Prabowo sebesar 25,3 persen.

Survei Charta Politika Indonesia diselenggarakan pada 4 – 12 November 2022. Survei ini menggunakan metode multistage random sampling dengan wawancara tatap muka.

Sampel dalam survei ini berjumlah 1.220 yang tersebar di seluruh provinsi dengan kriteria minimal berusai 17 tahun atau sudah memenuhi syarat pemilih.

Margin of error dari survei ini sebesar 2,83 persen.

(Wisnu)