Wakil Ketua Komisi VI DPR-RI, Inas N. Zubir

Jakarta, aktual.com – Ketua DPP Hanura, Inas N Zubir menilai tidak patut apa yang dilakukan politisi Nasdem, Irma Suryani Chaniago yang mempersoalkan ST Burhanuddin sebagai Jaksa Agung.

Lantaran ST Burhanuddin merupakan adik kandung politisi PDI Perjuangan yakni Mayor Jenderal TNI (Purnawirawan) TB Hasanudin, karenanya Burhanuddin disinyalir simpatisan PDIP.

Menurut Inas, hendaknya partai Nasdem yang mendapat jatah beberapa pos kementerian harus fokus bekerja mendukung pemerintahan Jokowi dan tidak ada waktu untuk mempersoalkan hak prerogatif Presiden menunjuk Burhanuddin sebagai Jaksa Agung.

“Mulai deh cakar-cakaran karena gak puas dengan jumlah kursi maupun posisi jabatan yang tidak sesuai di kabinet, padahal masyarakat menunggu action kabinet ini yang seharusnya sudah mulai ngegas untuk bekerja keras mewujudkan visi misi Jokowi,” secara tertulis, Kamis (24/10).

Inas menuturkan, harusnya Nasdem bersyukur telah dipercaya mengisi beberapa pos kementerian kendati hal itu barangkali tidak sesuai dengan eksfektasi.

Dia membandingkan dengan partai Hanura yang menjadi salah satu perahu Jokowi mendapat tiket pencalonan Presiden, malah tidak mendapat jatah menteri sama sekali.

“Heran! Kenapa setelah mendapatkan kursi mentri tapi tidak bersyukur? Hanura saja yang kursinya di DPR periode 2014-209 digunakan untuk memenuhi persyaratan pendaftaran Presiden tapi tidak mendapatkan jatah kursi mentri saja tetap legowo!” katanya.

Karena itu, Inas berharap agar Nasdem menghormati hak prerogatif Presiden dalam memilih personil di kabinet Indonesia maju.

Sebelumnya Irma Suryani Chaniago menegaskan dirinya tidak mempermasalahkan posisi jabatan Jaksa Agung dijabat dari kalangan politisi.

Hanya saja sebelumnya kader Nasdem, Prasetyo yang menjabat Jaksa Agung menuai sorotan dan dituding tidak independen dan Jaksa Agung baru harus dari kalangan profesional, Namun faktanya sekarang tenyata Burhanuddin juga terindikasi punya afiliasi politik.

(Zaenal Arifin)