Jakarta (ANTARA) - Perusahaan biofarmasi AstraZeneca menyatakan bahwa vaksin COVID-19 buatannya tidak mengandung produk turunan babi maupun produk hewani lainnya.
"Saya menolak keras kesepakatan impor beras ini. Tolong nasib petani harus didahulukan, nasib para petani sebagai tulang punggung ekonomi bangsa ini harus diprioritaskan. Alih-alih untuk mendukung malah akan menghancurkan nasib mereka,"
"Mereka mengemasnya dengan cara holding dan menguasai seluruh saham seri B Negara Pegadaian"
"Kami sangat mendukung dan Syaikhona Kholil memang layak mendapatkannya,"
Sheikh Abdul Rahman Al-Sudais, imam dan khatib Masjidil Haram di Makkah divaksin Covid-19. Hal itu diketahui dari akun Instagramnya, Senin (22/3).
Negara Indonesia yang amat luas wilayahnya serta begitu banyak dan majemuk penduduknya memerlukan kerangka "titik temu" (persetujuan) demi kebaikan dan kebahagiaan hidup bersama.


























