Pertamina jual aset. (ilustrasi/aktual.com)

Jakarta, Aktual.com – Ada hal yang tidak diketahui publik mengapa kondisi keuangan pertamina tak kunjung membaik, atau mungkin juga dalam keadaan berantakan. Kondisi keuangan yang mengkuatirkan ini tampak dalam laporan keuangan Pertamina.

Meskipun tidak semua problem keuangan ditampilkan dalam laporan keuangan, namun dalam laporan keuangan 2019 ini cukup indikasi untuk menilai keadaan keuangan BUMN terbesar di tanah air ini.

Pertamina Sapi Perahan?

Apa sumber utamanya ? ternyata adalah besarnya piutang pertamina pada pemerintahan Jokowi, atau bahasa lainnya adalah besarnya utang Pemerintah Jokowi pada Pertamina. Utang pemerintah terhadap pertamina ini harusnya dibayar oleh pemerintah pada setiap tahun anggaran berikutnya.

Namun kenyataanya tak mudah bagi BUMN menagih hutang kepada pemengang sahamnya yakni pemerintah. Sementara pada saaat yang sama pertamina harus mencari utang untuk mengatasi masalah keuangannya.

Dalam laporan keuangan Pertamina 2018 disebutkan bahwa piutang pada pemerintah tercermin dalam asset lancer dan aset tidak lancer pertamina.

Piutang Pemerintah tersebut merupakan piutang Pemerintah untuk penggantian biaya subsidi untuk jenis BBM tertentu dan LPG Tabung 3 kg dan piutang imbalan jasa pemasaran atas jasa memasarkan minyak mentah, gas bumi dan LNG bagian Pemerintah.

(Abdul Hamid)