Jakarta, Aktual.com – Seorang hamba yang ingin menapaki dunia tasawuf haruslah terlebih dahulu melewati pintu taubat. Karena, taubat merupakan salah satu diantara Maqam (kedudukan) yang harus ditempuh oleh seorang Sufi (Pelaku Tasawuf).

Beberapa ulama menerangkan bahwa asas dari semua Maqam hamba adalah taubat, seperti halnya tidak akan ada sebuah jika tidak ada bangunan yang mengokohkannya. Begitu juga taubat, seorang hamba tidak akan sampai kedudukan ma’rifat jika tidak diawali dengan taubat.

Imam Sya’rani dalam kitab Minahus Saniyah menerangkan bahwa taubat adalah kembalinya seseorang dari perbuatan tercela menurut syariat Islam ke perbuatan terpuji disertai dengan penyesalan untuk tidak melakukannya lagi.

Dari definisi Imam Sya’rani, Syekh Abdul Qodir al-Jailani menerangkan lebih rinci lagi tentang taubat. Menurutnya Taubat itu terbagi menjadi 2, taubatnya orang awam dan taubatnya orang khas.

Selanjutnya, beliau menjelaskan bahwa taubat orang awam adalah taubat dari berbuat dosa kembali pada ketaatan; taubat dari dari sifat tercela kembali pada akhlak terpuji; taubat dari jalan neraka kembali ke surga; taubat dari memanjakan badan kembali pada membebani diri dengan zikir, bersungguh-sungguh dan usaha yang kuat dalam ibadah.

Kemudian, taubatnya orang khas adalah taubat yang telah melewati taubat orang awam dengan meninggalkan amal-amal baik menuju amal-amal ma’rifat; meninggalkan amal-amal ma’rifat menuju amal-amal derajat; meninggalkan amal-amal derajat menuju amal kedekatan dengan-Nya (al-Qurbah); dan meninggalkan al-Qurbah dan kelezatan nafsu menuju kelezatan ruhani.

Begitulah taubat yang harus dilakukan seorang Sufi untuk menuju kepada Allah SWT. Jika dilihat dari definisi dan pembagian yang dijelaskan di atas. Sangat sulit bagi kita untuk mencapai maqam ma’rifat, sedangkan taubat yang kita lakukan masih selalu salah.

Semoga Allah SWT memberikan kita maqam taubat dan termasuk kedalam golongan at-tawwabin.

Wallahu a’lam.

(Rizky Zulkarnain)

(Nusantara Network)