Jakarta, Aktual.com — Partai Hanura merasa malu dengan kondisi internal kabinet pemerintah yang selalu diwarnai keributan. Apalagi, para menteri pemerintahan Jokowi-JK kini sudah dikenal sebagai menteri yang suka buat gaduh.

“Hanura ‘jengah’ sebenarnya dengan situasi pemerintahan yang dibuat ribut oleh para pembantu presiden sendiri, situasinya menunjukkan bahwa kualitas mereka belum layak berada pada posisi itu,” ujar Ketua DPP Partai Hanura Miryam S Haryani di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (10/3).

Miryam mengatakan, sejatinya menteri fokus bekerja membantu menjalankan program yang telah dicanangkan oleh presiden Joko Widodo. Bukan malah sibuk mencari muka kesana kemari, kemudian berujung pada munculnya keributan yang tidak perlu dihadapan publik.

“Kondisi kegaduhan seperti ini yang justru akan membuat progres nawa cita presiden Jokowi semakin melambat dan bisa terancam tidak tercapai,” cetus Ketua Srikandi Hanura itu.

Miryam menambahkan, sudah sepatutnya para menteri yang diangkat sebagai pembantu presiden menyadari bahwa mereka harus menyukseskan setiap programnya selama 5 tahun kedepan. Namun, yang ada sejauh ini beberapa menteri justru sibuk dengan sensasi-sensasi.

“Tapi sebenarnya belum ada prestasi yang dapat ditorehkan oleh kementeriannya, sungguh ironis dan kasihan presiden jadi terbebani bukan terbantu dengan situasi yang seperti ini,” ungkap dia.

“Apabila para menteri ini tidak mampu tertib dalam bekerja maka kami akan menyarankan untuk diganti saja agar tidak ada gaduh lagi dalam kabinet,” tandas Miryam.

Artikel ini ditulis oleh: