Presiden Joko Widodo (tengah), didampingi Menlu Retno Marsudi (kiri) dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, memberikan keterangan pers tentang pembebasan sandera, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (11/5). Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan empat warga negara Indonesia yang disandera kelompok yang berafiliasi dengan Abu Sayyaf sudah berhasil dibebaskan, dan saat ini keempat WNI itu dalam keadaan baik dan berada di tangan otoritas pemerintahan Filipina. ANTARA FOTO/HO/Setpres/ama/16

Jakarta, Aktual.com-Presiden Joko Widodo mengaku sempat mempertanyakan kesungguhan Partai Golkar atas dukungan terhadapnya sebagai calon presiden di Pemilu 2019. Namun, keraguan itu pun terjawab atas konsistensi Golkar dalam membantu pemerintahan selama ini.

Jokowi bertambah yakin ketika dukungan tersebut menjadi keputusan Rapimnas pertama partai berlambang pohon beringin itu dibawah kepemimpinan Setya Novanto.

“Saya yakin Golkar konsisten dengan setiap kebijakan pemerintah. Perasaan saya katakan begitu, karena saya ikuti terus Golkar. Beneran enggak sih ? konkrit enggak sih ? ternyata bener konkrit,” kelakar Jokowi dalam sambutannya sebelum menutup Rapimnas Partai Golkar di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (28/7).

Ia pun mengaku keraguannya hilang saat Golkar membantu pemerintah di DPR dalam pembahasan Tax Amnesty, pemilihan kapolri dan pembahasan APBN-P.

“Saya ikuti terus, begitu meleset saya akan telepon ketum,” ujarnya.

Lebih lanjut, Jokowi mengatakan setiap kebijakan memerlukan kecepatan untuk disetujui. Oleh karena itu, menurutnya, dukungan dari partai lah yang membuat cepat atau tidak kebijakan itu berjalan.

Ia menuturkan, saat ini Indonesia memang sedang menghadapi kondisi ekonomi yang sulit. Bahkan di semua negara juga sedang mengalami kesulitan ekonomi. Karenanya, ia menilai masalah tersebut harus diselesaikan dengan cara yang tidak biasa.

Seperti contoh, UU Tax Amnesty yang dianggap sebagai salah satu kebijakan yang dimudahkan jalannya, karena mendapat dukungan dari seluruh fraksi dengan diinisiasi fraksi partai Golkar. Menurutnya, jika hal itu tak cepat diambil keputusan maka ekonomi nasional akan sulit diprediksi ditengah tantangan ekonomi global.

“Kalau lepas dari bulan Juni momentum kita hilang. Oleh sebab itu saya berikan apresiasi dukungan partai politik di DPR untuk cepat selesaikan tax amnesty. Kalau momentum lepas, sulit dikejar karena ekonomi kini sulit diprediksi,” jelas mantan Walikota Solo yang juga pengusaha mebel itu.

Oleh karena itu, mantan Gubernur DKI Jakarta ini meminta partai Golkar betul-betul konsisten mendukung pemerintah. Sehingga, kebijakan pemerintah biaa cepat di-goal-kan.

Meskipun pahit dan populis, kata dia, tetapi kadang keputusan sulit harus diambil demi kepentingan rakyat. Sehingga, butuh dukungan dari partai-partai politik.

“Kadang harus putuskan sulit, tapi kalau ada backup penuh dari partai saya disuruh memutuskan yang sulit itu memang pekerjaan saya. Saya tidak pernah berpikir popularitas. Kalau itu baik untuk negara, rakyat dan menyebabkan tidak kita populer, tetap akan saya putuskan,” pungkas Jokowi.

“Saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas dukungan Partai Golkar. Sehingga nanti, dalam keadaan sesulit apapun bisa diputuskan dengan baik,” tutupnya.

()