Menurut Novel, jika kasus tersebut tidak dituntaskan, maka perbuatan tersebut akan terus ada kepada aparat penegak hukum. “Perlindungan kepada aparatur bukan di jaga 24 jam, tetapi perlindungan terbaik adalah setiap ada serangan itu diproses dan diusut dengan akhirnya memberi sanksi kepada pelaku,” kata dia.

Novel melanjutkan, selain tidak ada political will yang kuat dari Presiden Joko “Jokowi” Widodo dalam penuntasan teror ini, Ia pun mulai merasa kalau tempatnya bekerja kini mulai terlihat berkompromi.

Hal kuat yang menjadi indikasi yakni, atasannya tidak ikut mendorong secara kuat agar semua teror yang pernah menimpa pegawainya agar segera diusut, sebab hingga kini, belum ada satu kasus teror pun yang berhasil diungkap.

“KPK kan masih berjalan sampai saat ini. Jangan sampai institusi ini menjadi yang sudah mulai berkompromi,” kata Novel.

Sebab, menurut dia, pemberian perlindungan yang terbaik apabila semua teror yang menimpa pegawai KPK diungkap.

“Sampai sekarang pimpinan KPK belum pernah perjuangkan hal itu. Saya ucapkan terimakasih,” ujar dia.

Menurut Novel, seharusnya pimpinan KPK bisa menggunakan kekuatannya untuk mendorong Presiden Jokowi membentuk TGPF. Novel takut jika apa yang dialaminya akan diterima juga oleh penyidik KPK lainnya dan pegawai instansi lain.

“Tapi sejak awal sampaikan, saya tidak pernah meminta urusan penyerangan kepada saya dijadikan yang utama. Bagaimana dengan permintaan saya semua teror diungkap. Karena saya masih ingat dalam suatu kesempatan, pimpinan KPK menyampaikan juga bahwa pimpinan KPK berkeinginan melindungi kami,” kata Novel Baswedan.

Pimpinan KPK yang diwakili Alexander Marwata membantah tudingan anak buahnya tersebut. “Ketika berada di lapangan lalu mendapatkan ancaman, maka segera hubungi KPK dan kami akan lakukan koordinasi. Berbagai upaya itu sedang kami lakukan untuk melindungi pegawai KPK,” kata Alexander

Sebaliknya, Ia mengklaim pimpinan KPK akan terus menunggu kasus teror terhadap Novel akan terungkap. Walau itu membutuhkan waktu hingga 1.000 hari.

(Nebby)
1
2
3
4
5
6
7