Jakarta, Aktual.com — Politisi PDI Perjuangan Effendi Simbolon mempertanyakan sikap kritis elemen mahasiswa yang dinilainya terus mengalami penurunan. Padahal, masalah demi masalah pada pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla, sangat banyak yang bisa dikritisi.

Salah satu isu utama yang selayaknya disikapi elemen mahasiswa adalah soal perpanjangan kontrak karya PT Freeport Indonesia. Akan tetapi, meski riuhnya luar biasa hingga muncul kata familiar ‘Papa Minta Saham’, mahasiswa tidak terlalu peduli.

“Freeport sudah begini, kok diam saja. Enggak ada yang mengawal, jelas-jelas kasat mata soal permasalahan Freeport ini,” kata Effendi dalam diskusi publik dan refleksi akhir tahun di Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Selasa (12/1).

“Saya lihat adik-adik dari UI juga begitu, ngga tahu kenapa tren-nya turun begitu,” jelasnya.

Sebagai anggota DPR RI, dirinya bersama anggota dewan lainnya sejak awal mendorong pentingnya pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Angket Freeport. Dengan harapan nantinya Pansus Freeport bisa membongkar hal-hal yang selama ini tertutup.

Effendi enggan berbicara panjang lebar mengenai kejanggalan demi kejanggalan dimaksud. Ia berkelakar pernyataannya bakal menjadi masalah seperti yang menimpa Ketua DPR RI Setya Novanto hingga mengundurkan diri.

“Kita dorong pada tempat yang punya imunitas, DPR, melalui pansus. Itu forum yang konstitusional,” demikian Effendi Simbolon.

Diskusi yang digelar Foros Bangsa mengangkat tema ‘Evaluasi Kritis, Sepak Terjang PT Freeport Mengelola Tambang di Indonesia’. Dengan nara sumber Komisi VII DPR Kardaya Warnika, Direktur Indonesia Resources Studies Marwan Batubara, Gerakan Indonesia Bersih Adhie M Massardi dan Direktur Global Future Institute Hendrajit.

Artikel ini ditulis oleh: