Mantan wakil pimpinan KPK Bambang Widjojanto, Peneliti Senior Lipi Ikrar Nusa Bakti, Staf Khusus Presiden Johan Budi, Anggota DPR Fraksi PDIP Maruarar Sirait saat menjadi pembicara reales survie Indikator di Jakarta, Senin (8/2/2016). Reales sruvie Indikator yang bertemakan " Revisi UU KPK dan Pertaruhan Popularitas Jokowi di Mata Publik".

Jakarta, Aktual.com- Juru Bicara Presiden Johan Budi membantah penunjukan Gories Mere dan Diaz Hendropriyono sebagai Staf Khusus Presiden Joko Widodo merupakan titipa pihak tertentu.

“Saya kira tidak ada ‘titip menitip’,” kata Johan saat ditanya wartawan di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (12/7).

Johan mengungkapkan pengangkatan Gories Mere dan Diaz Hendropriyono sebagai staf khusus juga tidak diembel-embeli bidang sosial atau bidang intelijen.

“Tetapi dalam tupoksinya(tugas pokok dan fungsi,red) tergantung Presiden memberikan penugasan, seperti staf khusus yang lain,” kata Johan.

Dia mengatakan Presiden Joko Widodo pasti memiliki pertimbangan mengangkat Gories Mere dan Diaz, baik dari perjalanan karier untuk diperlukan sebagai masukan-masukannya,” jelas Johan.

Dalam pemberitaan sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengungkapkan Presiden Joko Widodo mengangkat Gories Mere dan Diaz Hendropriyono menjadi Staf Khusus Presiden.

Pratikno mengatakan, Keputusan Presiden terkait pengangkatan keduanya sudah diteken Jokowi, beberapa hari lalu.

Gories Mere dikenal sebagai mantan pejabat kepolisian yang pernah menjabat Kepala Densus 88, Wakil Bareskrim Polri dan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN).

Sedangkan Diaz Hendropriyono merupakan anak ketiga AM Hendropriyono. Diaz berperan sebagai relawan pendukung melalui “Kawan Jokowi” yang mendukung Jokowi-JK maju dalam Pilpres 2014.

()