London, aktual.com – Kedutaan Indonesia (KBRI) di Moskow menerima penghargaan Cultural Breakthrough of the Year pada acara penganugerahan Golden Dragon Award yang diadakan the Russian-Asian Union of Industrialists and Entrepreneurs (RAUIE) di Moskow, Jumat (12/12) dalam penghargaan tersebut untuk tahunan yang ketiga.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung kepada KBRI Moskow oleh Presiden RAUIE, Vitaly Mankevich, pada suatu acara Malam Gala terkait Summing up of the Year of Russian-Asian Cooperation-2019, demikian Sekretaris Pertama Fungsi Pensosbud KBRI Moskow, Enjay Diana kepada Antara London, Sabtu (14/12).

Malam Gala dihadiri pengusaha dan asosiasi perusahaan  Rusia dan sejumlah negara Asia, pejabat pemerintah Rusia, perwakilan berbagai wilayah Rusia, dan Duta Besar atau perwakilan sejumlah Kedutaan negara Asia di Rusia, seperti Indonesia, Filipina, Tiongkok, dan Kamboja.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, M. Wahid Supriyadi, didampingi Sekretaris Pertama Penerangan dan Sosial Budaya, Enjay Diana, dan Sekretaris Pertama Ekonomi, Cahya Sumaningsih hadir dalam pertemuan tersebut.

Menurut Vitaly, KBRI Moskow adalah Kedutaan asing yang aktif menyelenggarakan kegiatan budaya di Rusia. KBRI Moskow adalah satu-satunya Kedutaan Besar di Rusia menerima penghargaan di bidang budaya.

Pada Malam Gala, KBRI Moskow mempersembahkan Tari Cendrawasih dari Bali oleh tim kesenian binaan KBRI Moskow, Kirana Nusantara Dance.

KBRI Moskow gencar menyelenggarakan berbagai kegiatan budaya di Rusia sejak 2016 mempromosikan Indonesia di Rusia. Kegiatan budaya tidak hanya di Moskow, tetapi juga di sejumlah kota lainnya, seperti Korolyov, St Petersburg, Suzdal, Kaliningrad, Tomsk, Ivanovo dan Kazan.

Salah satu kegiatan terbesar diselenggarakan KBRI Moskow adalah Festival Indonesia yang mulai sejak tahun 2016 dan tahun ini merupakan Festival ke-4 kalinya. Berbagai sajian budaya Indonesia dipersembahkan dalam Festival tersebut, seperti membatik, kuliner, peragaan busana, pencak silat, tarian, alat musik, wayang kulit, dan pameran produk-produk Indonesia. Festival tersebut dikunjungi 117.669 orang dan merupakan kegiatan terbesar yang diselenggarakan perwakilan asing di Rusia.

Dubes Wahid Supriyadi menyampaikan banyak potensi kerja sama Indonesia dengan Rusia yang dapat dikembangkan, khususnya di bidang ekonomi, perdagangan dan pariwisata. Penyelenggaraan empat kali Festival Indonesia di Moskow memberikan dampak positif pada peningkatan hubungan Indonesia dengan Rusia. “Saya berharap pengembangan kerja sama antara RAUIE dengan KBRI Moskow dapat meningkatkan volume perdagangan yang tahun lalu mencapai US$ 2,55 milyar,” ujar Dubes.

RAUIE adalah asosiasi bisnis yang menangani program perdagangan, ekonomi, investasi dan kerja sama kemanusiaan antara lembaga negara, bisnis, dan publik di Rusia dan negara-negara Asia. RAUIE mendukung pemerintah Rusia dalam menerapkan kebijakan pengembangan kerja sama dengan negara-negara Asia. (Eko priyanto)

(Zaenal Arifin)