Kepulauan Seribu (Aktual/Ilst.Nelson)

Jakarta, Aktual.com — Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti), Mohamad Nasir ingin menjadikan wilayah Kabupaten Kepulauan Seribu di Utara Jakarta sebagai pusat penelitian bidang kelautan.

“Di Kepulauan Seribu, yang memiliki perairan tenang dan luas, kami ingin menjadikannya sebagai pusat penelitian khususnya di bidang kelautan dan perikanan,” kata Nasir selepas meninjau lokasi budi daya ikan nila laut di kawasan Kepulauan Seribu Jakarta, Rabu (23/9).

Di lokasi yang melakukan pembudidayaan ikan nila laut (Marine Tilapia) yang direkayasa dari ikan nila Salina dengan cara mengadaptasikan spesies tersebut dalam kondisi perairan laut itu nasir mengatakan mungkin bisa dilakukan penelitian lanjutan pada fasilitas yang ada di sana.

“Lokasi ini bisa dijadikan tempat ‘smart research’ seperti peningkatan kapasitas panel surya dengan diubah menjadi model hybrid sehingga bisa meningkatkan kapasitas dua kali lipat dari 100 watt menjadi 200 watt atau lebih,” ujarnya.

Hal tersebut, lanjut Nasir, digunakan untuk para nelayan sebagai target dari pengembangan yang ada di Kepulauan Seribu yang akan difokuskan menjadi tempat penelitian kelautan.

Lalu pengkonversian bahan bakar nelayan dari solar atau premium menjadi gas dengan menggunakan konvertor sehingga bisa mereduksi pengeluaran sampai 40 persen.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Kepulauan Seribu Budi Utomo menyambut baik keinginan Menristek tersebut. Menurutnya, ide menjadikan wilayah Kepulauan Seribu sebagai pusat penelitian kelautan akan mendukung fokus pembangunan kabupaten di utara Jakarta tersebut dalam wisata bahari.

Untuk mencapai ke sana, lanjut dia, pihaknya dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini sedang membuat konsep transportasi kapal yang ada setiap saat untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat.

“Seperti Trans Jakarta yang ada setiap saat, nanti ongkosnya akan dihitung per mile. Selain itu ini juga akan meringankan harga bahan kebutuhan warga yang saat ini lebih mahal 15-20 persen daripada wilayah daratan,” ujarnya.

Budi menambahkan, dari wilayah yang memiliki sekitar 110 pulau dan memiliki luas 11 kali luas lima kota di Jakarta tersebut, akan juga dibangun pusat melihat hilal dan penelitian bintang di Pulau Karya.

“Tahun 2015 ini Kemenag menetapkan pusat melihat hilal di Masjid Untung Jawa, karena itu kami juga akan membangun pusat penelitian bintang untuk bisa juga dipakai sebagai tempat wisata edukasi ilmu perbintangan,” ujar dia.

Artikel ini ditulis oleh: