Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta Sumarno - Penetapkan tiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur peserta Pilkada DKI Jakarta 2017. (ilustrasi/aktual.com - foto/antara)
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta Sumarno - Penetapkan tiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur peserta Pilkada DKI Jakarta 2017. (ilustrasi/aktual.com - foto/antara)

Jakarta, Aktual.com-Ketua KPUD DKI Jakarta Soemarno mengatakan rapat pleno penentuan nomor urut pasangan calon berpijak pada peraturan mengenai tahapan, program dan jadwal penyelenggaraan Pilkada. KPUD berharap berapapun nomor yang didapatkan pasangan calon pada hakekatnya adalah nomor yang terbaik bagi paslon.

“KPU hanya menyediakan tiga nomor, (tapi) pada hakekatnya nomor-nomor itu yang terbaik untuk paslon. Nomor ini bukan kejuaraan sebuah pertandingan, rangking dalam kelas, tapi identitas (paslon),” kata dia di Hall D2, JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (25/10) malam.

Nomor identitas dimaksud untuk masing-masing paslon dalam melaksanakan kammpanye dan bahan-bahan kampanye masing-masing paslon. Selain itu juga nantinya akan dicetak dalam surat suara yang digunakan pada hari H pemungutan suara.

Disampaikan Soemarno, sesuai alfabet semua nomor ditulis secara berdampingan satu sama lain. Nomor satu misalnya, menjadi tidak ada artinya jika tidak ada nomor dua dan seterusnya. Begitu halnya nomor dua ataupun nomor tiga.

Semuanya saling terkait dan tidak ada yang unggul satu sama lain. Semuanya berdampingan saling sejajar. Karenanya, sekali lagi ia menekankan tiga nomor yang diundi adalah nomor-nomor yang terbaik.

Dalam kesempatan itu, Soemarno juga mengatakan bahwa Pilkada merupakan sarana untuk meneguhkan kembali proses konsolidasi demokrasi. Dan, kesemuanya tergantung pada paslon dan pendukungnya yang pada Selasa malam memenuhi Hall D2 Kemayoran JIEXPO.

“Siapapun yang akan terpilih dari tiga pasangan calon yang menang adalah rakyat Jakarta,” demikian Soemarno.

Hasil pengundian nomor urut paslon sendiri diketahui masing-masing Agus Harimurti Yodhoyono-Sylviana Murni nomor 1, Basuki Tjahaja Purnama – Djarot Syaiful Hidayat nomor 2 dan terakhir Anies Baswedan – Sandiaga Uno nomor 3.

*Soemitro

()