Sementara itu, untuk STNK Priyanto menjelaskan tiga cara mendeteksi asli atau palsu. Pertama, pada sisi kanan atas ada stiker hologram yang halus. Cara mendeteksi hologram ini mirip dengan BPKP.

“Kemudian sisi bagian kanan ada lubang tipis kalau dibaca tertera STNK, palsu nggak ada lubang,” imbuhnya.

Ketiga, di STNK akanĀ  ada kode barcode bila diberi cahaya ultraviolet.
“Barkode bukan sekedar hiasan saja ada fungsinya,” kata Priyanto.

Ia menyarankan untuk memastikan STNK atau BPKP palsu, sebaiknya masyarakat langsung mendatangi kantor sistem administrasi manunggal Satu AtapĀ (samsat) setempat.

“Bagaimana supaya nggak tertipu? satu saja saran kalau beli kendaran bekas tolong kroscek ke dirlants atau samsat apakah STNK dan BPKPnya palsu atau asli. tidak bayar, gratis,” tandasnya.

Fadlan Syiam Butho

(Wisnu)