Kiri-kanan ; Komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah, Ketua KPU Juri Ardianto, Direktur Eksekutif Anfrel Foundation Ichal Supriadi, Komisioner KPU Arief Budiman, Hadar Nafis Gumay memberikan keterangan kepada media di Media Center KPU terkait kegiatan Asian Electoral Stakeholder Forum (AESF) III, Jakarta, Kamis, (18/8/2016). KPU RI diberi kepercayaan untuk menyelenggarakan AESF III pada 22-26 Agustus 2016 di Bali dimana forum tersebut melibatkan Badan Penyelenggara Pemilu dan LSM di Asia dan bertujuan meningkatkan pemilu yang demokratis.

Jakarta,Aktual.com – Keputusan calon peserta Pilkada DKI belum diumumkan KPUD DKI Jakarta. Namun sejumlah lembaga riset telah melakukan survei terhadap tiga bakal pasangan calon yang sudah mendaftarkan diri.

Adapun pasangan calon yang sudah mendaftar ke KPU DKI adalah Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok-Djarot Saiful Hidayat. Kemudian Anies Baswedan-Sandiaga Uno, dan Agus Harimurti-Sylviana Murni.

Menanggapi hal itu ‎Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengimbau kepada seluruh lembaga survei harus memiliki analisis yang kredibel dalam melakukan riset terhadap pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta.

“Kita akan fokus terhadap lembaga survei yang dipastikan sudah terdaftar atau belum dan tergantung survei itu dilakukan dimana dan KPU jamin lembaga yang tersebut kredibel, dan harus tidak berpihak ketika melakukan survei,” ujar Arief dalam diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat , Sabtu (8/10).

Selain itu dia juga meminta lembaga survei untuk terbuka dalam melakukan risetnya terhadap calon peserta Pilkada. Mulai dari metodologi yang dilakukan hingga jumlah responden yang berpartisipasi.

“Dan lembaga survei juga harus terbuka kapan survei dilakukan dan gimana metodologinya, sehingga punya integritas dalam melakukan survei,” tambah dia.

Arief berharap masyarakat dapat memahami bagaimana kerja dan peran lembaga survei dalam pesta demokrasi‎. Sehingga masyarakat mengetahui bagaimana menyikapi hasil survei tersebut.

“Sehingga masyarakat tahu kandidat yang tersedia seperti apa jadi masyarakat cukup mendapatkan informasi dan mereka bisa menilai survei itu bener atau enggak,” tandasnya.(Fadlan Syiam Butho)