Menurut dia, persoalan hoaks dan ujaran kebencian tidak bisa dianggap remeh, karena bisa memporak-porandakan persatuan dan kesatuan bangsa.

Pada kesempatan itu, Rektor IPB University Arif Satria bersama perwakilan wali amanat, perwakilan alumnus, dosen, dan mahasiswa menandatangani Komitmen Kebangsaan.

“IPB meneguhkan komitmen jati diri sebagai rumah kebhinekaan. IPB tidak memberi ruang untuk paham yang bertentangan dengan Pancasila,” kata Arif.

Komitmen Kebangsaan itu dimaksudkan untuk menyikapi dinamika terkini yang berimbas ke IPB, antara lain ketika satu dosen IPB ditangkap polisi terkait langkah antisipasi aksi teror dan peristiwa itu membuat IPB menuai beragam hujatan.

Arif mengatakan bahwa selama ini kampus telah melakukan aksi-aksi nyata untuk merawat keberagaman. “Mahasiswa IPB berasal dari 34 provinsi di Indonesia. Kami saling menghormati perbedaan dan fokus dengan inovasi,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh: