Menhan RI Ryamizard Ryacudu menghadiri Rapat Paripurna DPR RI, untuk Pembicaraan Tingkat II dalam rangka pengambilan keputusan, terhadap RUU tentang Pengesahan Persetujuan Pemerintah RI dengan Belarus, tentang Kerja Sama Industri Pertahanan untuk disetujui menjadi Undang-Undang, di Ruang Rapat Nusantara II DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (13/02/2019). AKTUAL/Puskom Kemhan-Juli Syawaludin

Jakarta, Aktual.com – Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu Jenderal TNI Purn Ryamizard Ryacudu menegaskan Papua merupakan bagian integral dari Indonesia yang sudah final, sehingga tidak perlu diperdebatkan lagi.

“Mari kita bangun Papua tercinta ini menuju masyarakat yang adil makmur dan sentosa didalam wadah NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945,” kata Menhan Ryamizard saat menyapa Masyarakat Papua dan Papua Barat, di Mega Futsal, Abepura, Jayapura, Papua, Kamis (10/10).

Sebelum menyapa masyarakat Papua dan Papua Barat, Menhan sempat bertemu dengan tokoh adat dari tujuh wilayah di Papua dan Papua Barat.

Ryamizard menyebutkan, sejak Proklamasi Kemerdekaan 1945, semua wilayah jajahan Belanda diambil alih oleh pemerintah Indonesia yang sah, termasuk Papua.

Walaupun pada saat itu penyerahan Papua ke tangan Indonesia sempat tertunda oleh pemerintah Belanda akibat adanya kepentingan dari pihak Belanda pada saat itu, kemudian Papua baru kembali ke pangkuan Indonesia pada tahun 1962 dengan New York Agreement yang kemudian disahkan oleh PBB tahun 1969 melalui Pepera (Penentuan Pendapat Rakyat) yang hasilnya 100 persen rakyat Papua menginginkan untuk tetap menjadi bagian integral dari Indonesia.

“Sekarang saatnya kita membangun bangsa ini dan mengisi kemerdekaan yang sudah diperjuangkan oleh para pahlawan pendahulu kita. Perkecil perbedaan dan perbesar persamaan, torang samua basudara, satu bangsa, satu tanah air, satu negara dan satu tujuan,” kata mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) ini.

(Abdul Hamid)