Jakarta, Aktual.com – Suatu fajar yang masih dingin berkabut, langkah seorang lelaki setengah baya berjalan menuju masjid jami’,dengan raut wajah yang masih sedikit bercampur rasa kantuk, sampailah dia kedalam masjid.

Bekas wudhu yang masih terjaga setelah dirinya menunaikan sholat tahajjud dirumah terlihat bersama sorot ketenangan jiwa penuh keikhlasan. Kemudian dengan segera dia melakukan sholat sunnah tahiyatal masjid.

Beberapa saat kemudian waktu subuh pun datang. Dengan sigap dan penuh kedisiplinan, dia lantunkan panggilan ilahi yang memecah kesunyian pagi.

Aku hampir selalu mendengar di Setiap waktu sholat lantunan suaranya menggema memanggil segenap ummat untuk bersama-sama menghadap bersimpuh kepada dzat yang maha agung, sang penguasa jagad raya.

Tujuh tahun sudah suara itu hampir selalu terdengar di setiap waktu sholat. Diriku teringat ketika di pesantren pak kyai membacakan beberapa hadist tentang keutamaan Adzan.

(Andy Abdul Hamid)