Ketua Pansus Panitia Angket DPR, Rieke Diah Pitaloka saat menyampaikan laporan akhir Pansus Angket tentang Pelindo II saat Rapat Paripuna ke-23 Masa Persidangan V Tahun 2018-2019 di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (25/7/2019). AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Anggota DPR Fraksi PDI Perjuangan, Rieke Diah Pitaloka mengapresiasi langkah pemerintah dalam menekan penyabaran wabah Covid-19. Namun, Rieke menegaskan sudah saatnya mempraktikkan Indonesia Science Based Policy, Kebijakan Berbasis Riset Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nasional sesuai amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

“Covid-19 bukan hanya bencana nasional, tetapi sudah berskala global. Tidak mungkin penanganan Covid-19 tanpa melakukan riset yang serius dan komprehensif,” kata Rieke kepada Wartawan, Senin (30/3).

Menurutnya, Indonesia tidak dapat hanya mengandalkan bantuan dari negara lain. Sebab setiap negara sedang berjuang menghadapi Covid-19, dan pasti mereka memprioritaskan kepentingan bangsa dan negaranya meski tetap melakukan kerja sama dengan negara lain.

“Oleh karena itu, tidak mungkin kebijakan menghadapi Covid-19 tanpa memperkuat riset nasional kita sendiri,” katanya.

Dirinya yakin bahwa Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto pasti menyadari tidak mungkin penanganan Covid-19 tanpa rencana mitigasi yang matang. Rencana mitigasi tidak mungkin ada tanpa pemetaan penyebaran virus. “Penyebaran virus sangatlah tidak mungkin tanpa riset uji sampel virus Covid-19. Riset deteksi penyebaran dan antisipasi mutasi virus Covid-19 harus segera dilakukan,” jelasnya.

Pengujian sampel virus Covid-19 tidak mungkin dilakukan tanpa sumber daya manusia (SDM) yang melakukan pengujian. Risikonya tinggi bagi penguji sampel virus Covid-19, sehingga perlu ada penguatan dan pelatihan khusus bagi SDM riset. “SDM di Balitbangkes tidak cukup, dan kerja mereka sudah luar biasa berat,” jelasnya.

Oleh karena itu, Rieke merekomendasikan sesegera mungkin memperkuat dan memperbanyak SDM riset untuk penanganan mikroorganisme patogen semacam SARS-CoV2 (Covid-19) yang ditugaskan uji sampel di seluruh provinsi.

(Eka)