Calon Presiden Prabowo Subianto (tengah) didampingi sejumlah pengurus BPN bersiap memberikan keterangan terhadap wartawan di Rumah Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (8/5). AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Calon presiden terpilih Joko Widodo naik MRT dengan Prabowo Subianto dari stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) Lebak Bulus Jakarta Selatan, Sabtu (13/7).

Keduanya bertemu dan berjabatan tangan pada sekitar pukul 10.00 WIB. Prabowo tiba di stasiun MRT Lebal Bulus pada pukul 09.50 WIB disusul Presiden Joko Widodo pada sekitar pukul 10.00 WIB

Keduanya berpelukan dan melambaikan tangan dan selanjutnya naik ke peron kereta.
Sebelumnya juga sudah datang Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Sekretaris Jenderal Gerindra Ahmad Muzani.

Selanjutnya Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Ketua Tim Kemenangan Nasional (TKN) Erick Thohir, Dirut PT MRT Jakarta William Syahbanda. Keduanya direncanakan santap siang di salah satu restoran di mall di daerah Senayan.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung telah mengisyaratkan pertemuan antara calon presiden terpilih Joko Widodo dan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto.

Melalui akun Twitter miliknya, @pramonoanung, Pramono mengatakan harapan hari ini menjadi hari proses demokrasi yang semakin dewasa.

“Semoga hari ini menjadi hari yang dikenang buat proses demokrasi yang semakin dewasa,” kata Pramono dalam akun Twitternya @pramonoanung, seperti yang dikutip.

Pramono berharap pertemuan tersebut yang dapat membuat Indonesia menjadi maju, adil dan makmur.

“Mudah-mudahan pertemuan yang terjadi membuat bangsa ini semakin kuat, maju, adil dan makmur #pertemuan #indonesia #AlFatihah,” tambah Pram.

Pertemuan itu direncanakan berlangsung di stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) Lebak Bulus Jakarta Selatan.

Di stasiun tersebut sudah hadir juga Pramono Anung dan Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani sejak sekitar pukul 09.00 WIB

Pertanyaan Pramono tersebut muncul di tengah penantian akan bertemunya Jokowi dan Prabowo pascapilpres 2019.

Pertemuan rekonsiliasi tersebut terjadi 15 hari pasca putusan Mahkamah Konstitusi yang menolak gugatan Perselisihan Hasil Pemilhan Umum (PHPU) yang diajukan Prabowo-Sandi.

Pertemuan keduanya dinilai penting untuk menyatukan kembali elemen masyarakat yang sempat terpecah saat Pilpres 2019.

(Abdul Hamid)