Suap di proyek PLTU Riau-1. (ilustrasi/aktual.com)

Jakarta, Aktual.com – Mantan Wakil Ketua Komisi VII Eni Maulani Saragih mulai membuka pihak-pihak yang ikut terlibat dalam pembahasan atau pengiringan proyek  pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang Riau 1 atau PLTU Riau-1 dengan kapasitas 2 x 300 megawatt di Provinsi Riau.‎‎

Setelah ‘nyanyian’  sebelumnya berhasil menjerat mantan Menteri Sosial sekaligus mantan Sekjen Golkar, Idrus Marham, kini giliran Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto yang diungkap Eni.

Mantan Bendahara Panitia Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) 2017 Partai Golkar ini mengaku telah membeberkan kepada para penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tentang adanya pertemuan di kediaman Airlangga membahas proyek PLTU Riau-1.

“‎Kalau enggak salah sekitar tanggal 17 (Januari 2018) yang pasti. Pertemuan itu ada dan saya sudah jelaskan (isi) pertemuan itu apa saja kepada penyidik,” ujar Eni di Gedung KPK, Jakarta, Rabu, 26 September 2018.

Pengkuan itu pun diperjelas pengacara Eni, Fadli Nasution. Ia mengatakan dalam pertemuan tersebut dihadiri beberapa pihak yang kini telah berstatus tersangka yakni, Eni, pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johanes Budisutrisno Kotjo, dan tersangka Idrus Marham. Selain itu pertemuan itu juga dihadiri mantan Ketua Banggar dari Fraksi Partai Golkar yang kini Ketua Komisi XI Melchias Marcus Mekeng. Nama terakhir tercatat sudah diperiksa KPK terkait kasus ini.

Fadli memperjelas kalau pertemuan itu diadakan sesaat setelah Airlangga ‘sukses’ menggantikan Setya Novanto dalam Munaslub 2017. Ia pun berani memastikan pertemuan itu sengaja dilakukan guna membahas perkembangan proyek PLTU Riau-1 senilai USD 900 juta itu.

Salah satu hal yang dibahas dalam pertemuan itu, kata Fadli, masih berkaitan dengan kepentingan Johanes Kotjo terkait pembahasan kontrak kerjasama dalam proyek PLTU itu.

“Pastinya (dibahas) kepentingan Kotjo yang dibahas di situ karena belum tuntas kontraknya, mengingat Pak SN (Setya Novanto) sudah tidak lagi ketum Golkar,” kata Fadli.

Halaman berikutnya…

(Nebby)