17 April 2026
Beranda blog Halaman 35834

Kekerasan di Myanmar Bukan Tipikal Buddhistik

Medan, Aktual.co — Tokoh Buddhis Sumatera Utara, Sutopo menyayangkan terjadinya kekerasan kemanusiaan yang terjadi di Myanmar. Sutopo menegaskan, aksi kekerasan terhadap etnis muslim Rohingya itu bukan tipikal Buddhistik.
“Kita sangat menyayangkan (kekerasan) itu ya. Bukan tipe buddhistik,” ujar Sutopo kepada Aktual.co di Medan, Jumat (29/5).
Menurut mantan ketua Walubi Medan ini, Pemerintah Myanmar harus segera mengambil tindakan bijaksana. Yakni, dengan menerima kembali ribuan etnis Rohingya dan menjadikannya sebagai warga negara.
“Kita mengimbau, Pemerintah Myanmar untuk bijaksana menyelesaikan persoalan itu. Sesama kita etnis Rohingya agar diterima menjadi warga negara. Karena ini kan berpengaruh kepada keharmonisan, bahkan di asia tenggara,” tukasnya.
Sutopo mengingatkan, bahwa kekerasan yang terjadi di Myanmar bukanlah kekerasan agama. Sutopo mengaku kekerasan itu diduga kuat berlatarbelakang politik.
“Memang, sebenarnya kalau kita lihat di Burma dan Myanmar itu masalah politik di dalam negeri. Kemudian saya membaca warga Rohingya itu belum menerima mereka menjadi warga negara di Burma. Kebetulan, warga Rohingya disana muslim dan pemerintah mayoritas Buddha, dan itu bukan konflik agama, karena warga Myanmar juga banyak yang muslim,” katanya.
Menurut Sutopo, agama Buddha selalu mengajarkan adanya tindakan welas asih dan bukan kekerasan. Kekerasan yang terjadi, adalah perilaku oknum.
“Kalau secara pribadi ya kita nggak berani jamin bahwa penganut agama itu benar dan baik. Kadang-kadang ketika oknum bertindak pribadi, tidak bisa juga di generalisasi, bahwa umat Buddha bertopeng, kejam kan bukan begitu,” ujarnya.
Sutopo menyayangkan, adanya pihak-pihak yang mencoba menggiring isu kekerasan kemanusiaan di Myanmar ke arah sentimen agama. Menurutnya, itu adalah ulah yang ingin memecah belah bangsa.
“Sebagai perikemanusiaan, ini sudah kirim (bantuan) makanan ke Stabat, Langsa yang di Medan, Buddha Suci juga membantu. Bukan apa-apa, kita memang sudah terbiasa membantu,” kata Sutopo.

Artikel ini ditulis oleh:

KSAD Murka, Australia Mau Periksa Senjata TNI

Jakarta, Aktual.co — Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Gatot Nurmantyo mengungkapkan dirinya sempat naik pitam ketika senjata yang dikenakan perwakilan TNI AD dalam perlombaan menembak di Australia pekan lalu.

Pada perlombaan itu, Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) itu, tim TNI AD menang telak mengalahkan Australia, Amerika, dan sejumlah negara Eropa lainnya, dengan mengantongi 30 medali emas dari 50 medali yang diperebutkan.

“Karena perbedaan perolehan medali yang begitu mencolok, panitia Australia hendak membongkar senjata kami,” ucap Gatot kepada wartawan, di Markas Besar TNI AD, Jakarta, Jumat (29/5).

Namun, Gatot langsung menolak memberikan izin kepada panitia lomba membongkar senjata yang dipakai perwakilan TNI AD. Bahkan, ia mengatakan ketika itu, jika panitia lomba hendak membongkar senjata TNI, Gatot pun meminta senjata semua peserta juga dibongkar.

Jenderal bintang empat itu pun membantah isu yang menyatakan bahwa peserta lain dalam lomba tersebut mengalah untuk Indonesia. Gatot mengatakan bahwa kehormatan negara dan kesatuan militer para peserta dipertaruhkan dalam lomba tersebut.

Dengan demikian, mustahil jika ada perwakilan negara tertentu yang pura-pura kalah. “Apakah Marinir Amerika Serikat mau mengalah dalam lomba menembak. Tentu tidak,” tandasnya.

Sebelumnya sempat diberitakan, dalam lomba bertajuk Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM), perwakilan Indonesia mampu mengalahkan tim tuan rumah, Amerika Serikat, dan Inggris dengan nilai telak.

Pada klasemen akhir, kontingen Indonesia berhasil mendapat 30 medali emas, 16 perak, dan 10 perunggu. Sedangkan Angkatan Darat Australia, yang duduk pada posisi kedua, mengantongi 4 medali emas, 9 perak, dan 6 perunggu. Perwakilan Amerika Serikat yang bertengger pada posisi ketiga mendapat 4 medali emas, 1 perak, dan 2 perunggu.

Dalam lomba tersebut, TNI AD menurunkan 14 prajurit terbaiknya yang berasal dari kesatuan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dan Komando Cadangan Strategis (Kostrad). Lima staf dan dua tenaga ahli dari PT Pindad juga ikut serta menemani 14 prajurit TNI AD.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

DPR Minta Menteri ESDM Jelaskan Gratifikasi Secara Transparan

Jakarta, Aktual.co — Anggota Komisi VII DPR RI meminta Pemerintah untuk mengklarifikasi dugaan gratifikasi yang melibatkan Menteri ESDM Sudirman Said atas penggunaan fasilitas Limited private jet dari Pertamina Energy Trading (Petral). Private jet tersebut digunakan Sudirman untuk terbang dari Singapura menuju bandara Kualanamo, Sumatera Utara yang kemudian tagihannya ditujukan Petral.

“Kalau itu undangan Petral, bisa saja dibiayai Pertamina. Terlebih karena mendesak, lalu itu dibebankan ke Petral-PES,” kata Kurtubi saat berbincang dengan Aktual di Jakarta, Jumat (29/5).

Kendati demikian, Kurtubi meminta agar Pemerintah bisa menjelaskan bagaimana teknis pembayarannya dan alasannya. Pasalnya, meskipun itu merupakan agenda dari Pertamina dan dalam keadaan mendesak, tapi seyogyanya seorang pejabat sekelas Menteri harus sudah terjadwal setiap perjalanan dinasnya termasuk dana operasionalnya.

“Tapi seyogyanya, semua perjalan Menteri itu sudah terjadwal dan logikanya memang Menteri ada anggarannya. Kalaupun ditalangi dulu oleh Petral, itu harus dijelaskan secara terang benderang bagaimana pembayaran atau penggantian dana talangan itu,” tutupnya.

Sementara itu, Menteri ESDM Sudirman Said membantah telah menerima gratifikasi tersebut dengan mengklaim bahwa pesawat tersebut hanya pesawat sewaan.

“Itu bukan jet pribadi, melainkan pesawat carter,” ujar Sudirman.

Lebih lanjut ia menjelaskan, penggunaan pesawat sewaan tersebut adalah untuk menghadiri peresmian Blok Arun di Lhoksumawe yang juga diundang oleh PT Pertamina dan Presiden Joko Widodo pada saat itu, lantaran dari Singapura tidak ada penerbangan langsung menuju ke Lhoksumawe.

“Kan tidak ada penerbangan dari Singapura ke Lhoksumawe dong,” ucapnya.

Sudirman mengatakan, pesawat yang ia tumpangi adalah bagian sarana transportasi yang diberikan Pertamina sebagai pihak yang mengundang dirinya pada acara tersebut. Ia pun mengklaim bahwa fasilitas pesawat itu tidak bisa dikatakan sebagai gratifikasi

“Diberikan sarana transportasi. Kebetulan yang undang Pertamina, yang menyiapkan Pertamina. Gratifikasi itu kalau saya bawa pulang itu barang. Pribadinya dapet manfaat. itu kan saya sedang bekerja,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Pomal Terus Selidiki Kasus Tewasnya Aktivis dan Relawan Jokowi

Jakarta, Aktual.co — Kasus kematian aktivis lingkungan Jopi Peranginangin (39) yang juga relawan Jokowi di depan Venue Bar and Lounge, Kemang Jakarta Selatan,  pada Sabtu (23/5) hingga saat ini masih dalam penyelidikan Polisi Militer TNI Angkatan Laut (Pomal).

Demikian disampaikan Kadispen TNI Angkatan Laut, Laksamana Pertama TNI Manahan Simorangkir kepada wartawan, Jumat (29/5).

“Kami masih melakukan penyelidikan, dan sudah memeriksa tiga oknum anggota TNI AL,” ujarnya.

Dikatakan Manahan pihaknya juga akan memeriksa delapan orang saksi merupakan rekan korban yang pada saat kejadian bersama korban.

Untuk diketahui Jopi Peranginangin tewas ditikam di depan Klub Malam Venue di kawasan, Kemang, Jakarta Selatan setelah terlibat cekcok dengan sejumlah pria berambut cepak.  Jopi sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan, namun nyawa korban tidak dapat diselamatkan.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Di Ruangan Anda Tercium Aroma Bau Kaki Tak Sedap, Ini Cara Usirnya

Jakarta, Aktual.co — Jika disadari, selain ketiak yang kadang menimbulkan bau pada badan manusia, terkadang aroma tidak sedap itu bisa timbul pada kaki seseorang. Aroma tidak sedap yang berasal dari kaki akan membuat Anda dan orang di sekeliling Anda merasa kurang nyaman. Menurut podiatrist yang merupakan ahli penyakit kaki, Josep Stern, rata-rata orang mempunyai 120 ribu kelenjar keringat masing-masing di kedua telapak kakinya.

Tidak jauh berbeda dari keringat lainnya, keringat di kaki sebetulnya tidak memiliki aroma yang tidak sedap, namun karena keringat yang berlebihan di kaki, kelenjar keringat dapat bereaksi dengan bakteri lantas dilepaskan ke udara bebas sehingga aroma kaki menjadi tidak sedap.

Anda yang memiliki masalah bau kaki bisa mencoba beberapa cara dalam menghilangkan bau kaki secara alami di bawah ini. Seperti ini cara menghilangkan bau kaki secara alami

1. Pakai kaos kaki dari katun
Cara menghilangkan bau kaki secara alami dengan selalu mengenakan kaus kaki yang terbuat dari bahan utama kain katun, karena katun merupakan jenis kain yang paling mudah untuk menyerap keringat.

Sebelum mengenakan kaus kaki pastikan terlebih dahulu jika Anda menaburkan bedak (talc) pada kedua telapak kaki untuk membantu mencegah keluarnya keringat berlebihan serta menjaga kulit telapak kaki tetap kering. Kemudian, fokuskan untuk mengenakan bedak tabur di sela-sela jari kaki agar hasilnya menjadi lebih optimal serta kaki tidak bau lagi.

2. Semprotkan ‘deodorizer’ di bagian dalam sepatu
Cara lain menghilangkan bau kaki dengan cepat dengan menyemprotkan deodorizer di bagian dalam sepatu yang mana bermanfaat dengan sangat baik untuk meminimalisir bau kaki. Apabila sepatu Anda bisa dicuci.

Lalu, bersihkanlah sepatu dengan memakai air panas yang berguna untuk membunuh bakteri. Dokter Naturopati Meghan Walker menyarankan, agar menambahkan masing-masing satu sanchet lavender maupun kepingan kayu cedar tepat ke dalam sepatu di malam hari sehingga aroma dalam sepatu menjadi lebih wangi. Ini pun sangat bermanfaat untuk mengatasi bau kaki.

3. Taburkan baking soda di sepatu
Cara menghilangkan bau kaki tradisional dengan menaburkan baking soda di dalam sepatu. Anda bisa memakai baking soda sebagai bahan alami efektif yang mampu menghilangkan bau di sepatu.

Cukup dengan menaburkan 1 sdt baking soda ke dalam masing-masing sepatu untuk membantu menetralisir bau kaki serta membantu menjaga kaki agar tetap kering selama dikenakan beraktivitas.

Anda pun bisa mencoba dengan cara menaruh kantung kain yang telah diisi dengan bubuk arang serta baking soda selama satu malam penuh.

4. Rendam kaki dengan teh
Anda bisa mencoba untuk mengurangi produksi kelenjar keringat dengan merendam kaki menggunakan teh. Kandungan tanin yang terdapat di dalam teh hitam akan bekerja dengan sangat efektif untuk membantu menutup pori-pori di kaki.

Rendamlah kaki dengan menggunakan air rendaman alami ini selama 20 menit dan untuk hasil yang optimal, lakukan cara alami ini selama lima hari berturut-turut.

5. Cuci kaki dengan sabun wangi
Hilangkan bau kaki dengan mencuci kaki memakai sabun yang wangi. Anda bisa mencuci kaki Anda dengan memakai air hangat serta sabun anti-bakteri kurang lebih setiap 2-3 kali setiap pekannya.

Dan, juga cobalah untuk merendam kaki Anda di dalam sebuah baskom yang berisi air hangat yang sebelumnya telah ditambahkan dengan 2 cangkir garam mineral serta beberapa tetes minyak tea tree maupun thyme untuk membantu membunuh bakteri. Cara menghilangkan bau kaki ini sangat aman dan efektif.

Artikel ini ditulis oleh:

Polisi: Penyelidikan Tewasnya Aksyena Terus Berlanjut

Jakarta, Aktual.co — Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Krishna Murti mengatakan bahwa pihaknya akan membuka ulang kasus tewasnya Aksyena Ahad Dori (18) mahasiswa Universitas Indonesia (UI) di Danau Kenanga UI pada 26 Maret lalu.

“Kami dalam tahap penyelidikan agar membuat terang penyelidikan, nanti apa betul terjadi tindak pidana, kami akan lakukan langkah-langkah dalam rangka mencari tersangka,” katanya kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jumat (29/5).

Grafolog Deborah Dewi menyebut bahwa kematian mahasiswa jurusan biologi ini dinilai tidak wajar. Karena ditemukan adanya kejanggalan dalam surat wasiat, dimana dalam surat wasiat Akseyna dibuat oleh dua orang, yakni Akseyna dan seorang lagi mencoba meniru tulisan dan tanda tangan Akseyna.

Kematian Mahasiswa Program Studi Biologi Fakultas MIPA Universitas Indonesia (UI) memang jadi misteri sampai kini, bahkan aparat kepolisian belum bisa menentukan apakah Akseyna mati dibunuh atau bunuh diri.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Berita Lain