17 April 2026
Beranda blog Halaman 35835

Kasus Tewas Aksyena, Polisi: Korban Tewas Secara Tidak Wajar

Jakarta, Aktual.co — Kasus tewasnya Aksyena Ahad Dori (18) mahasiswa Universitas Indonesia (UI) di Danau Kenanga UI pada 26 Maret lalu secara perlahan mulai terkuak.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Krishna Murti mengatakan bahwa dari hasil otopsi pihaknya menemukan ada luka lebam di wajah.

“Dari hasil autopsi memang diketahui ada luka fisik di wajahnya. Semestinya apabila bunuh diri muka itu harus mulus,” ujarnya kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jumat (29/5).

Dikatakan Khrisna bahwa dengan ditemukannya luka pada korban, pihaknya meyakini kalau korban Akseyna tewas secara tidak wajar.

“Bahwa benar yang bersangkutan (Akseyna) mati tidak wajar, dari hasil gelar ulang kami, kami menduga mati tidak wajar tersebut bukan karena bunuh diri,” jelas Krishna.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Pelindo Siapkan Rp250 Miliar Bangun Marina

Denpasar, Aktual.co — Direktur Utama PT Pelindo III, Djarwo Surjanto mengaku telah menyetujui pembangunan marina di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Persetujuan itu setelah ia melihat pemaparan kesiapan kabupaten di ujung Jawa Timur itu dalam membangun marina.

“Di antara Australia dan tengah timur jauh (Tiongkok, Hong Kong dan lainnya) harus ada marina,” kata Djarwo di sela acara Wonderful Indonesia Fremantle-Bali Yacht Race and Rally, Jumat (29/5).

Pelabuhan Benoa, Djarwo melanjutkan, adalah salah satu alternatif memenuhi kebutuhan wisata bahari dunia tersebut. “Hanya saja Pelabuhan Benoa belum selesai izinnya,” kata dia.

Pada saat sama, ia juga telah mendengar pemaparan Bupati Banyuwangi mengenai kesiapan mereka meyiapkan segala kebutuhan pembangunan marina.

“Kita sudah mendengar pengembangan Banyuwangi. Cukup siap mere. Kita sudah putuskan, sambil tunggu izin untuk Benoa, kita akan mulai di Kabupaten Banyuwangi saja dulu. Kita sudah bicara Kemenparekraf sudah setuju,” ucapnya.

Untuk membangun marina di Banyuwangi, Djarwo mengaku perusahaannya telah menyiapkan dana senilai Rp300 miliar, setara dengan dana yang ia rogoh untuk pengembangan Pelabuhan Benoa.

Namun, katanya, Bupati Banyuwangi mengaku akan menyiapkan pendanaan untuk membangun infrastruktur dan beberapa lainnya. “Jadi yang kita butuhkan sekitar Rp200-250 miliar saja,” ucapnya.

Dalam waktu dekat, Djarwo mengaku akan segera mengunjungi Banyuwangi untuk membicarakan lebih detil tentang pembangunan marina di sana.

“Kita akan bicara detil, marina standard internasional seperti apa yang akan kita bangun di Banyuwangi. Kita akan clear-kan tecnical-nya seperti apa,” papar dia.

Djarwo mengaku tetap akan mengembangkan Pelabuhan Benoa. Hanya saja, hingga saat ini rencana induk pelabuhan untuk Benoa belum disetujui.

“Yang menyetujui Menhub, tapi perlu rekomendasi Gubernur Bali dan Wali Kota Denpasar. Gubernur sudah beri rekomendasi, wali kota yang belum,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Ini Kata DPR Terkait Kerugian Rp5,6 Miliar Pertamax Batal Naik

Jakarta, Aktual.co — Harga Bahan Bakar Minyak di SPBU milik perusahaan asing seperti Shell dan Total telah naik. Untuk harga BBM sekelas RON 92 (setara Pertamax), dari harga Rp8950 perliter naik menjadi Rp9100 per liter. Sementara untuk BBM setara RON 95 (setara Pertamax Plus), dari harga Rp10.150 per liter naik menjadi Rp10.300 per liter.

Meski begitu, harga Pertamax dan Pertamax Plus di SPBU milik Pertamina terpantau masih belum mengalami kenaikan. Akibatnya BUMN Migas tersebut terancam menelan kerugian akibat terpaksa menjual BBM di bawah harga keekonomiannya.

Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan, untuk Pertamax, harga keekonomiannya adalah Rp9.600 per liter, tetapi hingga hari ini Pertamina masih menjual dengan harga Rp 8.800. Artinya, ada selisih Rp800 tiap liter. Jika dikalkulasi, kerugian Pertamina akibat penundaan kenaikan harga BBM jenis Pertamax saja itu mencapai Rp5,6 miliar per harinya dengan asumsi, Rp800 dikalikan konsumsi harian Pertamax yang mencapai 7.000 kiloliter. Kerugian tersebut harus ditanggung Pertamina dengan cara melakukan efisiensi, namun jika hingga akhir tahun Pertamina terus merugi, Pemerintah dan Pertamina sudah menyiapkan jalan keluarnya.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi VII DPR RI Kardaya Warnika mengaku sudah menyerahkan sepenuhnya kepada Pemerintah dan memastikan pihaknya tidak akan memberikan masukan untuk jalan keluar.

“Mengenai harga itu soal menutup-menutup kerugian itu dengan kata lain adalah adanya subsidi. Yah karena penjualan harganya lebih murah dari biaya. Dari awal komisi VII DPR RI khususnya fraksi partai Gerindra, fraksi partai saya itu menawarkan kepada pemerintah bahwa mungkin perlu mencadangkan dana untuk dipakai sewaktu-waktu. Kalau perlu cadangan untuk subsidi Premium,” ujar kardaya di gedung DPR RI, Jakarta, ditulis Jumat (29/5).

Akan tetapi, sambung dia, Pemerintah justru menolak usulan DPR dan lebih tidak mencantumkan dana cadangan tersebut.

“Pada waktu itu kita mengusulkan atau menawarkan tapi pemerintah tidak setuju bahwa pemerintah tetap untuk tidak memberikan, nah sekarang kami mendengar adanya potensi kerugian pertamina itu, solusinya apa? Yah kita sudah menawarkan, dan tawaran kita itu ditolak. Jadi ya sudah,” terang dia.

“Yah orang pemerintah yang mengusulkan begitu untuk tidak menaikan, masa kita lalu oy jangan, naikan harga gitu. Kan ga gitu,” tutup dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Polsek Tanjung Duren Tangkap Empat Penjudi Remi

Jakarta, Aktual.co — Satuan reserse kriminal Polsek Tanjung Duren, Jakarta Barat berhasil menangkap empat orang yang sedang asyik bermain judi remi.

Kanit Reskrim Polsek Tanjung Duren, AKP Maryadi mengatakan bahwa pihaknya melakukan penangkapan terhadap keempat orang tersebut berdasarkan adanya keluhan dari masyarakat. .

“Saat ditangkap mereka sedang bermain judi remi dengan taruhan uang,” katanya kepada wartawan, Jumat (29/5).

Dikatakan Maryadi kalau keempat yang berhasil diciduk oleh pihaknya merupakan pengangguran yang kerap melakukan aktifitas perjudian di kawasan tersebut.

“Barang bukti yang disita 1 set kartu remi, dan uang tunai Rp 250 ribu rupiah,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

KPK Serahkan Keabsahan Penyidik Independen ke MA

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak mau ambil pusing soal keabsahan pengangkatan penyelidik dan penyidik independen. Lembaga antirasuah menyerahkan keputusan itu yurispridensi Mahkamah Agung (MA).
“Kami serahkan kepada yurisprudensi sebagai legitimasi badan peradilan dalam hal MA yang sudah memutus lebih dari 300 kasus korupsi dari KPK,” jelas Pelaksana Tugas (Plt) Wakil Ketua KPK, Indriyanto Seno Adji, kepada wartawan, Jakarta, Jumat (29/5).
Lebih jauh disampaikan Indriyanto, seharusnya Hakim Haswandi tidak permasalahkan keabsahan penyelidik yang menangani kasus dugaan korupsi mantan Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak, Hadi Poernomo.
Menurutnya, keputusan Hakim Haswandi itu justru bertentangan dengan ketetapan MA yang telah melegitimasi ratusan kasus korupsi sebelumnya.
“Keputusan MA telah memberikan legitimasi dan tidak persoalkan sama sekali para penyelidik independen KPK,” pungkasnya.
Seperti diketahui, Hakim Haswandi menutuskan untuk mengabulkan sebagian permohonan tersangka kasus dugaan korupsi terkait keberatan pajak Bank Central Asia (BCA) Tbk, Hadi Poernomo. Putusan tersebut membuat status tersangka yang ditetapkan KPK kepada Hadi menjadi hilang.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Salah Satu Napi Yang Kabur dari Lapas Baruman Menyerahkan Diri

Medan, Aktual.co — Asman Suari Nasution (30), Napi Lapas Barumun Cabang Rutan Sibuhuan di Kabupaten Padang Lawas, Sumut yang sempat kabur dari ruang tahanan akhirnya menyerahkan diri, Jumat (29/5).
“Setelah dilakukan pengejaran oleh tim polres dan polsek, satu tahanan yang melarikan akhirnya menyerahkan diri atas nama Asman Suhardi Nasution,” ujar Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Helfi Assegaf dalam keterangan pers kepada wartawan.
Dijelaskan, Asman menyerahkan diri dengan diantar langsung oleh pihak keluarga.
Dengan tertangkapnya, Asman, maka dari 8 yang kabur, sebanyak 5 tahanan sudah berhasil ditangkap. Sementara 3 tahanan lainnya masih terus dilakukan pengejaran.
Diketahui, aksi kabur dari tahanan itu terjadi, Rabu (27/5). Para napi berhasil melarikan diri dengan menggergaji jendela jerjak Lapas Barumun. Saat itu, hujan turun dengan lebat.
Diduga, para napi itu telah lama merencanakan pelarian tersebut dengan menggergaji jendela sel. Namun petugas lapas, diduga tidak pernah melakukan pengecekan kondisi ruangan-ruangan sel.
Paska melarikan diri, sebanyak 4 tahanan yang kabur telah berhasil ditangkap kembali, Kamis (28/5).
Keempat napi yang ditangkap, masing-masing Andi Saputra Siregar (24), warga Pasar Sibuhuan, Kecamatan Barumun, M Ikbal Hasibuan (26), warga Desa Unterudang, Barumun, Padang Lawas, Andi Wijaya (26), warga Provinsi Lampung, dan Ahmad Epariansyah, warga Padang Lawas.
Untuk diketahui, Ke 3 narapidana yang masih melarikan diri masing-masing M. Sodongoron Hasibuan (21) warga Desa Batang Bulu Baru, Kec Barumun Selatan, Padang Lawas, Rio Febrian Siregar (20) warga Desa Tobing Tinggi, Aek Nabara Barumun, Padang Lawas, Ali Arpan Dalimunthe (20) warga Tanjung Botung, Barumun Selatan, Padang Lawas.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Berita Lain