Denpasar, Aktual.co — Direktur Utama PT Pelindo III, Djarwo Surjanto mengaku telah menyetujui pembangunan marina di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Persetujuan itu setelah ia melihat pemaparan kesiapan kabupaten di ujung Jawa Timur itu dalam membangun marina.

“Di antara Australia dan tengah timur jauh (Tiongkok, Hong Kong dan lainnya) harus ada marina,” kata Djarwo di sela acara Wonderful Indonesia Fremantle-Bali Yacht Race and Rally, Jumat (29/5).

Pelabuhan Benoa, Djarwo melanjutkan, adalah salah satu alternatif memenuhi kebutuhan wisata bahari dunia tersebut. “Hanya saja Pelabuhan Benoa belum selesai izinnya,” kata dia.

Pada saat sama, ia juga telah mendengar pemaparan Bupati Banyuwangi mengenai kesiapan mereka meyiapkan segala kebutuhan pembangunan marina.

“Kita sudah mendengar pengembangan Banyuwangi. Cukup siap mere. Kita sudah putuskan, sambil tunggu izin untuk Benoa, kita akan mulai di Kabupaten Banyuwangi saja dulu. Kita sudah bicara Kemenparekraf sudah setuju,” ucapnya.

Untuk membangun marina di Banyuwangi, Djarwo mengaku perusahaannya telah menyiapkan dana senilai Rp300 miliar, setara dengan dana yang ia rogoh untuk pengembangan Pelabuhan Benoa.

Namun, katanya, Bupati Banyuwangi mengaku akan menyiapkan pendanaan untuk membangun infrastruktur dan beberapa lainnya. “Jadi yang kita butuhkan sekitar Rp200-250 miliar saja,” ucapnya.

Dalam waktu dekat, Djarwo mengaku akan segera mengunjungi Banyuwangi untuk membicarakan lebih detil tentang pembangunan marina di sana.

“Kita akan bicara detil, marina standard internasional seperti apa yang akan kita bangun di Banyuwangi. Kita akan clear-kan tecnical-nya seperti apa,” papar dia.

Djarwo mengaku tetap akan mengembangkan Pelabuhan Benoa. Hanya saja, hingga saat ini rencana induk pelabuhan untuk Benoa belum disetujui.

“Yang menyetujui Menhub, tapi perlu rekomendasi Gubernur Bali dan Wali Kota Denpasar. Gubernur sudah beri rekomendasi, wali kota yang belum,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka