21 April 2026
Beranda blog Halaman 36046

Bulog Jamin Berasnya Bebas Plastik

Jakarta, Aktual.co —  Beredarnya beras sintetis membuat semua pihak mengeluarkan tenaga ekstra untuk meneliti pasokan beras. Menyikapi hal itu Badan Urusan Logistik (Bulog) pun berani menjamin stok beras yang mereka miliki di gudang bebas dari beras sintetis.

Dir of Plannning and Business Development Bulog Fadzri Santosa mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap beras yang dimiliki Bulog.

“Kami sudah memerintahkan seluruh tim di seluruh Indonesia untuk mengecek stok yang ada di gudang-gudang kami, dan syukur tidak ditemukan beras plastik. Kalau beras bulog stok lama tidak ada beras plastik, paling juga beras berkutu,” kata Fadzri Santosa di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (23/5).

Dikatakan Fadzri selain melakukan pemeriksaan stok beras di gudang, pihaknya juga akan melakukan penataan dalam setiap kali melakukan pasokan beras. Pembelian dilakukan langsung ke sumber yang terjamin keamanannya.

“Dilakukan pengecekan setiap pembelian, karena itu kami membelinya langsung dari petani yang tentunya lebih fresh,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Presiden Akan Temui Pansel KPK Senin Depan

Jakarta, Aktual.co — Presiden Joko Widodo akan bertemu dengan sembilan perempuan anggota Panitia Seleksi (Pansel) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin (26/5).

“Bertemu Senin siang atau sore,” kata Jokowi usai acara peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Gedung “Indonesia Satu” di Jakarta, Sabtu (23/5).

Presiden juga menegaskan, ia telah memastikan rekam jejak, integritas, dan kompetensi para anggota pansel KPK. “Jika sudah saya keluarkan, saya sudah memastikan itu,” kata Presiden.

Sembilan anggota Pansel KPK tersebut , yakni Destry Damayanti, Enny Nurbaningsih, Harkristuti Haskrisnowo, Betti Alisjahbana, Yenti Garnasih, Supra Wimbarti, Natalia Subagio, Diani Sadiawati, dan Meuthia Ganie-Rochman. Presiden berharap para anggota Pansel tersebut bisa bekerja dengan baik.

Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengungkapkan, kesembilan anggota Pansel KPK itu dipilih atas tiga kriteria, meliputi integritas, kompetensi, dan keberagaman. Menurut dia, Presiden Jokowi telah membaca profil para calon yang diajukan. Mereka kemudian melewati proses seleksi yang panjang dalam dua minggu terakhir.

“Harapan beliau memang ini Pansel harus segera bekerja, semangatnya adalah bukan semata-mata berhenti memilih orang, tapi memilih orang yang akan dibawa ke DPR, sebagai bagian dari upaya untuk membentuk institusi KPK yang berwibawa,” kata Pratikno.

Artikel ini ditulis oleh:

SBY Merasa Difitnah, Kadernya Protes Keras

Jakarta, Aktual.co  —Ketua Harian Jaringan Nasional, Jimmy Setiawan, mengatakan pemerintahan Presiden Joko Widodo adalah rezim yang paling banyak menebar isue dan menyalahkan rezim sebelumnya, sejak berjalannya roda pemerintahan Jokowi enam bulan lalu. Mulai dari kesalahan Presiden Jokowi yang mengatakan Indonesia masih berutang pada IMF. Padahal utang Indonesia kepada IMF telah lunas sejak tahun 2006.

Sangat disayangkan, setelah itu keluar lagi isu dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said bahwa mantan menteri ESDM Dahlan Iskan pernah merekomendasikan kepada mantan Presiden SBY untuk membubarkan Petral. Ini  dianggap oleh kelompok pembela SBY sebagai fitnah.

“Sudirman said harus bertanggung jawab, yang dalam hal ini saya katakan sebagai fitnah,” kata Jimmy di Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (23/5).

Selain itu, dikatakan oleh Sekretaris Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat, Sudirman Said adalah  menteri yang paling rajin menyalahkan kebijakan-kebijakan rezim sebelumnya. Itulah sebabnya muncul protes keras dari para loyalis SBY.

“Sudah kita melakukan protes keras, teman dari kader pembela SBY juga melakukan aksi, yang saya dengar. Semua kader Partai Demokrat juga bereaksi dengan pernyataannya,” ungkapnya.

Dia pun menegaskan, jika protes keras yang muncul tidak juga didengar anggota kabinet Presiden Jokowi ini, maka pihaknya akan melanjutkan pada jalur hukum.

Artikel ini ditulis oleh:

Dansatgas Indobatt Unamid Gelar Pertemuan dengan Dubes RI untuk Sudan

Komandan Satgas (Dansatgas) Batalyon Komposit TNI Kontingen Garuda XXXV-A/Unamid (United Nations Mission In Darfur) atau Indonesian Battalion (Indobatt) Letkol Inf M. Herry Subagyo didampingi dua orang stafnya, menggelar pertemuan dengan Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk Sudan, Burhanuddin Badruzzaman, di Khartoum Ibu Kota Sudan, Afrika, Jum’at (22/5/2015). PUSPEN TNI

Bila Salahkan SBY, Seharusnya Sudirman Said Salahkan Megawati Juga

Jakarta, Aktual.co — Menteri ESDM Sudirman Said merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari peranan Petral, sehingga apa yang disampaikannya terkait dengan tudingannya kepada SBY sebagai sikap penistaan.

Demikian disampaikan mantan juru bicara Demokrat, Rachland Nashidik dalam acara konfrensi persnya, di Jakarta, Sabtu (23/5).

“Sudirman Said sendiri pada kenyataannya adalah bagian yang tidak dipisahkan dari sejarah Petral dan tata kelola minyak yang saat ini dikecam dengan hebat,” ujarnya.

Dikatakan Rachland, Petral yang berdiri pada tahun 1970-an, yakni pada masa Presiden Soeharto itu, faktanya tidak dibubarkan oleh presiden-presiden sesudahnya yakni BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri dan SBY.

“Maka bila Sudirman bermaksud cuci tangan dan melemparkan kesalahan, ia harus bukan hanya menuding SBY, namun sekurang-kurangnya juga menyalahkan Megawati,” seru dia.

Oleh karena itu, sambung dia, Presiden Jokowi perlu secara terbuka menjelaskan sikapnya terkait pernyataan pembantunya itu.  Lantaran hal harus dilakukan presiden untuk membebaskan dari spekulasi di tengah masyarakat.

“Bagaimanapun juga seorang pemimpin harus mengambil tanggung jawab atas kesalahan anak buahnya,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang
Eka

Didi Irawadi: Minim Kinerja, Sudirman Said Salahkan SBY

Jakarta, Aktual.co —Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat, Didi Irawadi Syamsuddin menilai  kenerja Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said seperti peribahasa “buruk muka cermin dibelah.” Pernyataan ini dilontarkan Didi menanggapi Menteri ESDM, yang mengatakan bahwa usul pembubaran Petral dulu selalu terhambat di meja mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Dikatakan Didi, sejak berjalannya pemerintahan Joko Widodo sudah banyak masalah terjadi. Misalnya, di awal kepemimpinan Jokowi, di mana saat harga minyak dunia sedang turun, namun pemerintah menaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Kemudian setelah itu naiknya harga tarif listrik, yang tanpa pemberitahuan sebelumnya. Menurutnya, hal itu didasari kinerja yang minim sehingga Sudirman Said melemparkan isu menyalahkan orang lain, seperti peribahasa “buruk muka cermin dibelah.”

“Dia pikir dengan memfitnah SBY, rakyat lupa dengan segala persoalan. Harga-harga melambung, mau lebaran bayar kebutuhan mahal,” kata Didi di Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (23/5).

Diungkapkan Didi, sikap Sudirman Said sebagai seorang anggota kabinet juga seperti ingin menjadi pahlawan, dengan melempar isu yang dianggap tidak penting. Padahal masih ada isu yang lebih penting dan menyedihkan. “Seperti beras plastik ada di mana-mana. Saya pikir lebih penting itu. Saya berharap bukan cara seperti ini yang dilakukan seorang menteri. Jangan karena prestasi minim, membuat isue-isue, memfitnah,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain