18 April 2026
Beranda blog Halaman 36297

Bangsa Indonesia Tidak Maju Karena Anti-Filsafat

Jakarta, Aktual.co — BangsaIndonesia tidak maju karena umumnya mereka bersikap anti-filsafat. DiIndonesia, mempelajari filsafat bagi sejumlah kalangan dianggap “berbahaya,”karena dikhawatirkan bisa berujung ke melemahkan agama atau “melupakan Tuhan.”

Demikiandinyatakan Makmun, mantan dosen di beberapa perguruan tinggi Islam, dalamdiskusi di acara peluncuran dan diskusi buku “Filsafat Ilmu Pengetahuan” diFakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) Universitas Indonesia, Depok, Rabu (13/5).Buku itu adalah karya Prof. Dr. Soerjanto Poespowardojo dan Dr. AlexanderSeran.

Makmunmenyebut Iran dan Turki sebagai dua contoh negara Muslim yang relatif majukarena memberi tempat yang terhormat pada filsafat. “Di Turki dan Iran, matapelajaran filsafat diberikan sejak tingkat SMA,” ujarnya. Maka menjadi pentinguntuk melihat bagaimana filsafat ditempatkan dalam konteks kebudayaanIndonesia.

Padapeluncuran buku itu hadir pembahas: Mudji Sutrisno (STF Diryarkara), Riris K.Toha Sarumpaet (Departemen Filsafat FIB-UI), Rizal Mustansyir (Filsafat UGM),dan moderator Mikael Dua.

Bukukarya Soerjanto Poespowardojo dan Alexander Seran ini diharapkan dapatmeningkatkan kualitas intelektual pribadi manusia dan masyarakat Indonesia,agar semakin kritis, kreatif, produktif, dan inovatif. Bacaan ini juga melatihberpikir analitis dan menjaga disiplin berpikir reflektif. (rio)

Artikel ini ditulis oleh:

Duo Serigala; Tawaran Prostitusi Online Merendahkan Kami

Jakarta, Aktual.co — Pemberitaan prostitusi online turut dirasakan oleh kedua pedangdut yang menamai dirinya Duo Serigala. Mereka mengatakan tawaran-tawaran dari lelaki hidung belang seringkali didapatnya.

“Apalagi, lagi marak kayak gini, banyak banget tawaran yang mau jebak kami, pastinya,” kata Ovie personil Duo Srigala saat ditemui di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (14/5).

“Cuma kami nggak mau nanggepin, cuek, begitu aja,” sahut Pamela menyambung ucapan rekannya.

Pamela mengatakan tawaran menarik yang datang dari para lelaki hidung belang itu, bisa dibilang sangat menggiurkan.  Akan tetapi, untuk menghindarinya, pihak manajemen Duo Srigala selalu mewaspadai artisnya agar mereka tak terperosok jatuh ke dunia prostitusi.

“Kami akui, tawaran itu cukup menggoda memang, tapi nggak mungkinlah, kami mau, karena kami kan benar-benar pingin jadi orang benar dan ingin berkarir,  ” terang Pamela.

“Tawaran seperti seringkali didapat dari manajer kami. Tapi menejer suka nggak kasih tahu kami. Karena buat kami hal yang semacam itu jelas merendahkan kami, ” tuntas Ovie.

Artikel ini ditulis oleh:

Jokowi Perpanjang 2 Tahun Moratorium Hutan

Jakarta, Aktual.co — Presiden Joko Widodo memperpanjang kebijakan penundaan izin baru atau Moratorium Hutan di hari terakhir kebijakan tersebut berakhir. Namun belum menyertakan elemen penguatan perlindungan, yang berarti sekitar 48,5 juta hektar hutan masih memiliki risiko dihancurkan.

Demikian dikatakan organisasi lingkungan Greenpeace Indonesia dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (13/5). Greenpeace menyambut baik perpanjangan dua tahun moratorium hutan, namun menyayangkan bahwa kebijakan ini tidak mengalami banyak perubahan.

Langkah baik untuk memperpanjang moratorium ini menjadi kurang berarti tanpa penguatan, kata Greenpeace. “Di tangan presiden, target pemotongan emisi gas rumah kaca Indonesia akan sulit tercapai dan kekayaan hayati bangsa ini tidak akan bertahan lama,” ujar Teguh Surya, Jurukampanye Hutan Greenpeace Indonesia.

Analisa Greenpeace terhadap Inpres baru ini mengungkapkan, luas hutan yang dilindungi seluas 63,8 juta hektar, sementara luas hutan Indonesia yang seharusnya bisa diselamatkan mencapai 93,6 juta hektar.

Perpanjangan ini juga tidak menyelesaikan masalah tumpang tindih izin yang ada di hutan moratorium yang mencapai 5,7 juta hektar. Dengan demikian, sekitar 48,5 juta hektar hutan hujan Indonesia masih tetap terancam.

Kebijakan baru ini juga tidak memberi ruang penyelesaian konflik lahan antara masyarakat adat, lokal dengan pemerintah dan perusahaan, karena tidak adanya perlindungan, pengukuhan dan penguatan atas hak dan ruang kelola mereka.

Artikel ini ditulis oleh:

Tim Transisi Ambil Alih Pengelolaan Timnas

Jakarta, Aktual.co — Tim Transisi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi akan mengambil alih tanggung jawab pembinaan Tim Nasional Senior Indonesia. Hal itu menjadi salah satu catatan penting yang dihasilkan dalam rapat perdana Tim Transisi.
“Tim Transisi akan ambil alih tanggung jawab persiapan dan memastikan ‘training camp’ Timnas Indonesia tetap berjalan,” kata Kepala Komunikasi Publik Kemenpora, Gatot S Dewa Broto, Kamis (14/5).
Bukan hanya itu, dalam rapat yang digelar pada Rabu (13/5), Tim Transisi juga berencana membuka akses sponsor untuk klub peserta liga utama Indonesia, serta klub-klub amatir hingga tingkat paling bawah.
Untuk urusan anggaran, selain pihak swasta, Tim yang dibentuk untuk menjalankan roda manajemen sepakbola tanar air serta menggantikan PSSI itu, juga akan berkoordinasi dengan pemerintah.
“Tim Transisi akan mengupayakan akses yang lebih baik untuk mensponsori klub yang berkompetisi di Liga, baik itu klub profesional maupun klub amatir, dari Liga Indonesia hingga divisi bawah,” kata dia
“Serta mendorong pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk bisa mendukung pembiayaan klub-klub sepakbola amatir,” ujar Gatot.
Seperti diketahui, pasca pembekuan PSSI, kompetisi sepakbola di tanah air memang terancam vakum. Pasalnya, dari pembekuan itu, beberapa turnamen antar klub di Indonesia terancam gagal digelar.
Dampaknya, bukan hanya kepada Timnas, namun klub-klub juga mengalami. Kerugian klub baik dari segi moril maupun materil menjadi sorotan utama.
Desakan itu otomatis ditarget ke Menpora selaku otak pembekuan PSSI. Dan untuk menampungnya, Imam Nahrawi membentuk sebuah Tim yang bertugas mengaktifkan kembali pengelolaan sepakbola.
Apakah Tim Transisi bisa menggantikan PSSI mengelola sepakbola Indonesia?

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Polres Jember Akan Tindak Siswa yang Merayakan Kelulusan

Jakarta, Aktual.co — Polres Jember, Jawa Timur, akan menindak tegas para siswa yang melakukan konvoi dan corat-coret seragam sekolah saat kelulusan tingkat sekolah menengah atas dan sederajat pada Jumat (15/5).
“Polisi tidak akan segan-segan memberikan sanksi tegas kepada siswa yang berkonvoi keliling kota dan sejumlah objek wisata,” kata Kapolres Jember AKBP Sabilul Alif di Jember, Kamis (14/5).
Menurut dia, pihaknya akan menyiagakan sebanyak 1.000 personel untuk mengamankan pelaksanaan kelulusan SMA dan sederajat, sehingga tidak ada siswa yang berhura-hura dengan membahayakan keselamatan pengguna jalan.
“Di setiap pintu gerbang sekolah akan disiagakan satu hingga dua personel polisi, bahkan polisi juga disebar di beberapa titik strategis yang biasa dijadikan lokasi kumpul para siswa berkonvoi.”
Sebanyak 10 hingga 20 personel, lanjut dia, juga disiagakan di setiap alun-alun kecamatan untuk mengantisipasi adanya siswa yang melakukan corat-coret seragam sekolah yang biasanya berkumpul di alun-alun.
“Polres Jember memang melarang para siswa untuk merayakan kelulusan dengan konvoi dan corat-coret seragam sekolah karena tradisi itu berdampak negatif, sehingga para siswa diimbau mensyukuri kelulusan itu dengan doa bersama dan melakukan kegiatan yang positif,” paparnya.
Dia juga mengimbau para siswa yang lulus menyumbangkan seragam sekolah kepada adik kelas yang membutuhkan, agar seragam tersebut bisa bermanfaat bagi orang lain.
Sementara Kepala Bidang SMP, SMA, dan SMK Dinas Pendidikan Jember Tatang Priyanggono mengatakan pihaknya sudah membuat surat edaran ke seluruh sekolah untuk melarang siswa yang merayakan kelulusan dengan cara berkonvoi dan corat-coret seragam sekolah.
“Pihak sekolah juga sudah menyampaikan kepada para siswa untuk tidak merayakan kelulusan dengan konvoi karena dapat membahayakan keselamatan diri sendiri dan orang lain,” katanya.
Dia berharap siswa merayakan kelulusan dengan menggelar doa bersama dan seragam yang sudah tidak dipakai bisa disumbangkan kepada adik kelasnya yang membutuhkan.
“Beberapa sekolah juga sudah melakukan berbagai cara untuk mengantisipasi konvoi dan aksi corat-coret di antaranya mengumumkan kelulusan dengan datang ke setiap rumah siswa, sehingga para siswa tidak berkumpul di sekolah,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Kondisi di Sarmi Tetap Kondusif Pasca Penjemputan Paksa Bupati Manibor

Jakarta, Aktual.co — Situasi dan kondisi kamtibmas di Kabupaten Sarmi, Provinsi Papua, tetap kondusif pasca Bupati Mesak Manibor dijemput paksa oleh tim gabungan dari Satgas Kejagung, Kejati dan Polda Papua, Kamis (14/5).
“Alhamdulillah sampai saat ini situasi di Kota Sarmi kondusif, tidak ada gejolak, apalagi hari ini adalah hari raya peringatan Kenaikan Isa Almasih,” kata Kapolres Sarmi AKBP Rahmat Siregar ketika dikonfirmasi.
Mengenai penangkapan itu, Siregar, menyampaikan tidak menaikkan status keamanan di Sarmi. “Pengamanan biasa aja tidak ada status siaga satu atau lainnya, dan juga tidak ada penambahan pasukan untuk pengamanan,” katanya.
Informasi yang dihimpun di Jayapura, beberapa saat pascapenangkapan Bupati Manibor di rumah dinasnya di Petam, Kota Baru, Kabupaten Sarmi, warga Kampung Keder yang merupakan kampung asal Mesak Manibor memblokade jalan yang dilewati oleh tim gabungan.
Ada empat titik ruas jalan yang diblokade oleh warga Kampung Keder dengan menggunakan material batu, dan kayu serta batang pohon yang dipotong dengan tujuan untuk menghammbat proses perjalanan tim gabungan yang membawa Bupati Mesak Manibor ke Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura.
Selain menangkap Bupati Mesak Manibor, tim gabungan juga menahan kembali Bartholomeus Sato, kepala keuangan Kabupaten Sarmi yang diduga menyelengkan dana Bantuan Sosial 2013/2014.
Sekitar pukul 10.00 WIT Bupati Sarmi itu beserta pendampingnya diterbangkan ke Jakarta menggunakan maskapai penerbangan Garuda Indonesia GA 657, yang dikawal sekitar enam orang yang dipimpin oleh Alfred dari koordinator tim penyidik Kejagung RI, dua polisi dari Polda Papua dan penyidik dari Kejati Papua.
Tim gabungan yang membawa Bupati Sarmi Mesak Mannibor dan Bartholomeus Sato serta dua orang rekanan Muh Andi dan Irwan Jamal tiba di Bandara Udara Sentani sekitar pukul 10.22 WIT.
Mesak Manibor ditangkap terkait kasus dugaan penyalahgunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten (APBN) Sarmi Tahun 2012 sebesar Rp4,5 miliar. Kejagung yang menanggani kasus tersebut sudah menetapkan Bupati Sarmi sebagai tersangka sejak Oktober 2014.
Dana sebesar Rp4,5 miliar tersebut diduga digunakan untuk membangun pagar dan merehab rumah pribadi Mesak di komplek perumahan Neidam, Sarmi.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Berita Lain