16 Januari 2026
Beranda blog Halaman 37854

Besok, 7 Anggota DPRD Polisikan Ahok ke Bareskrim

Jakarta, Aktual.co — Sebanyak 7 Anggota Dewan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta yang mewakili dari 7 fraksi akan melaporkan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ke Bareskrim Mabes Polri, Rabu (11/3) besok.
Anggota DPRD DKI Jakarta itu memastikan mengambil tindakan terkait kisruhnya mediasi di kantor Kemendagri beberapa waktu lalu. Ahok rencananya dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik dan terkait dugaan pelanggaran IT.
“Besok pagi sekitar jam 09.00 WIB kita laporkan Ahok ke Bareskrim. Atas dugaan pencemaran nama baik dan pelanggaran UU ITE,” kata kuasa Hukum 7 anggota Dewan, Razman Arif Nasution saat dihubungi, Jakarta, Selasa (10/3).
Menurut Razman, dirinya ditunjuk dan diberi surat kuasa oleh ke 7 anggota dewan tersebut sejak Senin (9/3/) kemarin. Pemberian surat kuasa itu pertama datang dari anggota dewan yang mewakili fraksi Hanura di DPRD.
“Saya dapat surat kuasa sudah kemaren. Semuanya menghubungi saya. 7 anggota dewan yang mewakili 7 fraksi tapi minus Nasdem dan PKB aja. Hanura yang telpon pertama,” tuntasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Kadis Pemadam: Sistem Proteksi Kebakaran di Wisma Kosgoro Dipertanyakan

Jakarta, Aktual.co — Kebakaran hebat yang melanda Wisma Kosgoro Thamrin Jakarta Pusat membuat publik bertanya, bagaimana sistem deteksi dini yang ada digedung tersebut.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta Subejo yang memantau langsung proses pemadaman mengaku belum mendapat kesimpulan soal sistem proteksi kebakaran yang ada di Wisma Kosgoro.
“Tanya saja sama pengelolanya (sistem proteksi gedung) berfungsi atau tidak. Karena ketika kita datang asap sudah pekat. Kita pun sudah tidak bisa masuk lewat lift, dan terpaksa menggunakan tangga darurat,” kata Subejo, Selasa (10/3).
Padahal idealnya, dalam tiap gedung harus memiliki lift khusus untuk pemadam kebakaran. Apalagi kasus Wisma Kosgoro ini, dimana nyala api diketahui berasal dari lantai 16 dan merembet ke empat lantai di atasnya. Sehingga dengan tak berfungsinya lift, petugas damkar harus menaiki tangga darurat sampai lantai 16.
Faktor lain yang menjadi kendala lambatnya proses pemadaman adalah sistem Hydrant yang tidak berfungsi optimal. Semestinya, Hydrant merupakan hal vital yang harus dikontrol dan mendapat perawatan intensif untuk setiap gedung berlantai tinggi.
“Tadi malam itu pompanya tidak bisa kita operasikan. Mungkin masih dalam proses perbaikan, kita enggak tahu juga,” tuturnya hari-hati.
Terakhir, alarm peringatan yang harusnya berbunyi saat terjadi keadaan darurat, tidak terdengar saat petugas damkar pertamakali masuk ke dalam gedung Senin (9/3) sore kemarin.
“Nah itu kita enggak mendengar itu kemarin pas kebakaran. Mungkin saja api sudah besar alarm jadi tidak berfungsi atau ikut terbakar,” ujarnya diplomatis.
Untuk itu, Subejo dan Pemerintah Provinsi bakal melakukan investigasi guna mencari tahu penyebab kebakaran dan bagaimana sistem proteksi kebakaran yang ada di Wisma Kosgoro.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Ukir Nama dan Selfie di Colloseum, 2 Wanita Ini Ditangkap Polisi

Malang, Aktual.co — Italia benar-benar tegas dalam menjaga situs sejarahnya, Colloseum di Roma. Kepolisian setempat baru-bari ini menangkap lagi dua turis yang berperilaku tidak baik saat mengunjungi Colloseum.

Turis yang diketahui adalah dua wanita dari Amerika Serikat, ditangkap karena mengukir nama inisial mereka dengan logam di dalam tembok Colloseum Roma.

CNN melaporkan, dua wanita berusia 21 tahun dan 25 tahun yang melakukan perbuatan pengrusakan situs sejarah tersebut, ditangkap oleh aparat Kepolisian setelah menuliskan huruf ‘J’ dan ‘N’ dengan lebar sekitar 8 inch pada dinding bata di Amphitheater bersejarah zaman Romawi tersebut.

Usai mengukir dua inisial namanya,  para wanita ini mengambil foto selfie, sebelum dibekuk jajaran aparat Kepolisian.

Dua wanita asal AS tersebut, saat ini sedang menghadapi hukuman berupa denda karena telah merusak bangunan sejarah dan artistik di Italia.

Pengalaman yang sama pernah terjadi pada warga Rusia pada November lalu. Pihak Kepolisian terpaksa mendenda seorang turis Rusia sebesar 20 ribu Euro karena menuliskan namanya di Colloseum.

Pria berusia 42 tahun itu tertangkap usai seorang penjaga melihatnya mengukir huruf ‘K’ di bagian bata.

Data penjaga Colloseum menyebut setidaknya sudah ada lima wisatawan yang dikenai sanksi tegas akibat melakukan hal yang sama. Insiden sebelumnya melibatkan dua warga Australia, Kanada dan Brasil.

Artikel ini ditulis oleh:

Ukir Nama dan Selfie di Colloseum, 2 Wanita Ini Ditangkap Polisi

Malang, Aktual.co — Italia benar-benar tegas dalam menjaga situs sejarahnya, Colloseum di Roma. Kepolisian setempat baru-bari ini menangkap lagi dua turis yang berperilaku tidak baik saat mengunjungi Colloseum.

Turis yang diketahui adalah dua wanita dari Amerika Serikat, ditangkap karena mengukir nama inisial mereka dengan logam di dalam tembok Colloseum Roma.

CNN melaporkan, dua wanita berusia 21 tahun dan 25 tahun yang melakukan perbuatan pengrusakan situs sejarah tersebut, ditangkap oleh aparat Kepolisian setelah menuliskan huruf ‘J’ dan ‘N’ dengan lebar sekitar 8 inch pada dinding bata di Amphitheater bersejarah zaman Romawi tersebut.

Usai mengukir dua inisial namanya,  para wanita ini mengambil foto selfie, sebelum dibekuk jajaran aparat Kepolisian.

Dua wanita asal AS tersebut, saat ini sedang menghadapi hukuman berupa denda karena telah merusak bangunan sejarah dan artistik di Italia.

Pengalaman yang sama pernah terjadi pada warga Rusia pada November lalu. Pihak Kepolisian terpaksa mendenda seorang turis Rusia sebesar 20 ribu Euro karena menuliskan namanya di Colloseum.

Pria berusia 42 tahun itu tertangkap usai seorang penjaga melihatnya mengukir huruf ‘K’ di bagian bata.

Data penjaga Colloseum menyebut setidaknya sudah ada lima wisatawan yang dikenai sanksi tegas akibat melakukan hal yang sama. Insiden sebelumnya melibatkan dua warga Australia, Kanada dan Brasil.

Artikel ini ditulis oleh:

Syuting Reality Show, 8 Warga Prancis Tewas

Malang, Aktual.co — Delapan warga Prancis dan dua pilot dari Argentina ditemukan tewas seketika setelah mengalami kecelakaan Helikopter di barat laut Argentina, pada Selasa (10/3).

The Guardian melaporkan, delapan warga Perancis yang tewas ini diketahui sedang menjalani syuting untuk acara reality show dalam pengambilan gambar di wilayah pegunungan, Provinsi La Rioja dekat Kota Villa Casteli (atau sekitar 700 mil) utara Ibukota Buenos Aires, untuk acara ‘Survival’.

Petugas setempat mengungkapkan, bahwa kejadian kecelakaan udara ini terjadi akibat tabrakan dua helikopter yang sedang terbang di kawasan tersebut. Juru bicara provinsi La Rioja membenarkan adanya kecelakaan namun, tapi tidak menyebut adanya korban dalam keterangan resminya.

“Dua Helikopter bertabrakan saat mereka sedang syuting, tidak ada korban,” kata Jubir Provinsi Horacio Alarcon.

Dia menerangkan, saat terjadi insiden tersebut kondisi cuaca baik, sehingga belum diketahui pasti penyebabnya kecelakaan tersebut.

Namun, The Guardian melaporkan, data  dari sumber di internal Kepolisian yang mereka dapatkan, ada delapan korban penumpang dari warga Prancis dan dua orang pilot Argentina menjadi korban dan tewas.

Media Argentina menemukan, reruntuhan dua helikopter yang terbakar pada semak belukar yang kering. Bahkan, stasiun radio lokal setempat memberitakan ada lima orang di dalam Helikopter, dimana satu Helikopter ditumpangi empat warga Prancis dan satu orang pilot dari Argentina.

Artikel ini ditulis oleh:

Yasonna: Saya Sungguh Tak Menikmati Keputusan Ini

Jakarta, Aktual.co — Menteri Hukum dan HAM  Yasona Hamonangan Laoly mengungkapkan bahwa dirinyanya baru mengambil keputusan atas perselisihan yang terjadi dalam internal partai Golkar sekitar pukul 10.00 WIB, pagi tadi.
Dalam mengambil keputusan yang sesuai dengan atas amar putusan Mahkamah Partai, yang mengabulkan kepengurusan hasil Munas Ancol secara selektif dibawah kepemimpinan Agung Laksono, tidaklah mudah.
Yasona yang merupakan menteri dari PDI Perjuangan dan pernah duduk di kursi parlemen, mengaku sulit memutuskan perkara dualisme ini, lantaran di dua kubu merupakan sahabat-sahabat politiknya.
“Bagi saya ini bukan masalah mudah karena keduanya sahabat-sahabat baik saya, baik pak Aburizal, pak Azis Syamsuddin, pak Bambang Soesatyo, Pak Idrus Marham. Di sebelah sana ada pak Agung, ada Pak Priyo, buat saya ini keputusan sangat berat,” kata Yasona, di kantor Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta Selatan, Selasa (10/3).
Pihaknya tetap harus memutuskan perselisihan ini agar tidak lama terkatung-katung. Terlebih, dengan posisinya sekarang sebagai pengambil kebijakan mendorongnya agar segera memberi kepastian itu.
“Saya sungguh tidak menikmati keputusan ini, tapi saya sebagai Menkumham harus mengambil keputusan itu.”

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Berita Lain