18 Januari 2026
Beranda blog Halaman 37883

Margarito: Hak Angket Ahok Tak Terpengaruh Mundurnya Fraksi

Jakarta, Aktual.co —Meski ada fraksi yang cabut dukungan, pengguliran hak angket kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tak akan terpengaruh.
“Karena sudah quorum dalam paripurna,” kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis, dalam diskusi di Cikini, Jakarta Pusat, Senin (9/3)
Kata dia, saat digelar paripurna untuk memastikan angket, seluruh 106 anggota dewan telah menyatakan sepakat, meski yang hadir hanya 93 orang. “Jadi kalau ada lagi yang menyusul (cabut dukungan) ya tidak bisa mempengaruhi hasil paripurna,” ucap dia.
Diketahui, pengguliran hak angket terhadap Ahok disepakati seluruh fraksi di DPRD DKI pada 26 Februari lalu, dalam sidang paripurna.
“Pengusulan hak angket ini telah ditandatangani 106 anggota DPRD,” kata Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi, saat membuka sidang paripurna, Kamis (26/2).
Kata dia, hak angket adalah hak yang dimiliki dewan untuk melakukan penyidikan terhadap kebijakan Pemprov DKI dan Gubernur DKI Jakarta berdasarkan landasan hukum Undang-Undang Undang-undang MPR, DPR, DPRD, DPD (MD3) dan Undang-Undang 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah.
Ketua Fraksi Hanura, Fahmi Zulfikar Hasibuan dalam sambutannya mengatakan penggunaan hak angket memang sudah seharusnya dilakukan DPRD. Sehubungan dugaan pelanggaran yang dilakukan Ahok soal pengajuan APBD 2015. Dan telah melecehkan fungsi DPRD dalam pengajuan APBD yang terindikasi pelanggaran hukum.
Pengguliran hak angket juga dilatarbelakangi sikap Ahok yang dianggap melanggar etika dan norma. “DPRD juga harus gunakan hak angket terkait etika gubernur yang arogan,” kata Fahmi.
Pengusulan hak angket tersebut pun disetujui sembilan fraksi di DPRD. Fraksi PKB yang sebelumnya enggan menyetujui, di akhir-akhir pun ikut menyatakan persetujuan. 

Artikel ini ditulis oleh:

Kemenhub Butuh Dana Rp234 Triliun Bangun Akses KA Pulau Jawa

Jakarta, Aktual.co — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengaku membutuhkan total investasi Rp234 triliun untuk membangun akses kereta api (KA) di luar Pulau Jawa. Pembangunan akses KA di luar Pulau Jawa ini merupakan program prioritas hingga lima tahun mendatang.

“Kami sudah melakukan evaluasi, untuk kebutuhan Ditjen Perkeretaapian selama lima tahun ke depan kurang lebih Rp234 triliun. Ini sebagian besar untuk membangun jalur kereta di luar Pulau Jawa,” kata Dirjen Perkeretaapian Kemenhub di kantornya, Jakarta, Senin (9/3).

Ia menjelaskan, dana tersebut digunakan untuk pembangunan dan pengelolaan prasarana dan fasilitas pendukung KA sebesar Rp228 triliun, sarana perkeretaapian sebesar Rp3,2 triliun, keselamatan perkeretaapian Rp921 miliar, pengelolaan lalu lintas dan angkutan KA Rp844 triliun, dan dukungan manajemen serta teknis sebesar Rp672 triliun.

“Contohnya di Sumatera, menghubungkan antara Rantau prapat di Sumatera Utara sampai Kertapati. Kemudian di Sumatera Barat, dan antara Kalimantan Barat sampai Kalimantan Timur. Kemudian Sulawesi Selatan sampe Sulawesi Utara, dan Papua Barat,” jelas dia.

Selain itu, lanjut dia, total investasi hingga triliunan rupiah tersebut seluruhnya berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Dalam megaproyek tersebut, tidak ada keterlibatan pihak swasta sama sekali.

“Karena nggak mungkin untuk Kalimantan dan Sumatera itu pakai swasta. Karena itu tidak menguntungkan. Kewajibannya pemerintah untuk membangun itu,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Polda Metro Tingkatkan Kasus Korupsi UPS Dari Penyelidikan ke Penyidikan

Jakarta, Aktual.co — Tim penyidik Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya telah meningkatkan status penyelidikan menjadi penyidikan terhadap kasus  kasus dugaan korupsi pengadaan alat uninterruptible power supply (UPS), di SMA/SMK di Jakarta.
Demikian disampaikan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Martinus Sitompul. “Patut diduga adanya terjadi penyimpangan, dan penyalahgunaan wewenang,” katanya kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Senin (9/3).
Seperti diketahui sebanyak 15 saksi oleh tim penyidik telah diperiksa di Direskrimsus Polda Metro Jaya terkait pengadaan UPS DKI tahun anggaran 2014.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Polisi: Dua Tahanan Kabur Polsek Jagakarsa Berhasil Ditangkap

Jakarta, Aktual.co — Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Pol Wahyu Hadiningrat mengatakan bahwa kelima tahanan yang berhasil melarikan diri dari Mapolsek Jagakarsa Jakarta Selatan merupakan tahanan atas kasus kasus penipuan dan pemerasan. 
“Kelima tersangka yang kabur merupakan terpidana kasus penipuan dan pemerasan,” katanya kepada wartawan, Senin (9/3).
Dikatakan Wahyu, dari lima tersangka yang kabur, dua di antaranya berhasil ditangkap polisi. 
“Dua sudah tertangkap, tiga lagi masih dicari,” tambahnya.
Seperti diberitakan sebelumnya lima narapidana Mapolsek Jagakarsa, Jakarta Selatan, berhasil kabur dari tahanan dengan cara memotong besi bagian ventilasi. Peristiwa kaburnya kelima tahanan tersebut terjadi pada pukul 02.45 WIB.
Hal tersebut dibenarkan Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Pol Wahyu Hadiningrat, Senin (9/3).
“Benar, kejadian jam 02.45 WIB. Lima orang tahanan,” katanya.
Dikatakan Wahyu kelima narapidana tersebut berhasil melarikan diri, setelah memotong teralis ventilasi, dan kelimanya juga memotong teralis besi di ruang olahraga.
“Melompat dari belakang Polsek Jagakarsa,” tambahnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Dubes Optimis Jepang Tambah Investasi di Sektor Pembangunan

Jakarta, Aktual.co — Duta Besar Jepang untuk Indonesia Yasuaki Tanizaki mengatakan negaranya optimistis dapat menambah nilai investasi di Indonesia melalui sejumlah sektor pembangunan.

“Kami optimistis terkait investasi luar negeri langsung Jepang di Indonesia setelah kami lakukan survei pada 2014 tentang potensi daya tarik negara tujuan investasi,” kata Tanizaki di kantor Wapres di Jakarta, Senin (9/3).

Menurut Dubes, hasil survei tersebut menunjukkan bahwa Indonesia merupakan pasar paling yang paling menarik dalam pandangan sejumlah perusahaan Jepang. Tanizaki menambahkan jumlah investasi Jepang di Indonesia pada 2014 sebesar 2,7 miliar dolar AS. Pada tahun lalu, jumlah investasi baru telah meningkat yang mencapai sekitar 1.200 proyek investasi.

“Jumlah tersebut terbilang besar bila dibandingkan dengan data dari sejumlah negara tetangga,” ujar Tanizaki.

Dubes mengatakan Indonesia-Jepang memiliki potensi besar untuk kerja sama di sejumlah bidang seperti kemaritiman, pembangunan infrastruktur serta ekspor komoditas Indonesia. “Kami memiliki banyak ruang kerja sama seperti di kemaritiman, proyek pembangunan infrastruktur dan juga rencana peningkatan serta promosi ekspor produk Indonesia ke negara asing, khususnya Jepang,” kata Tanizaki.

Terkait rencana kunjungan Presiden Joko Widodo ke Jepang, Dubes tidak bisa menjelaskan hal tersebut karena belum ada agenda yang pasti. Sementara itu Deputi Setwapres Bidang Politik Dewi Fortuna Anwar mengatakan pemerintah akan mengatur agenda Presiden Jokowi ke Jepang. “Hal itu merupakan tugas bagi Presiden untuk melakukan kunjungan kenegaraan,” kata Dewi.

Sebelumnya terdapat kabar dari media lokal di Jepang mengenai kunjungan kenegaraan Presiden Jokowi ke negeri Sakura tersebut. Dalam laporan itu Presiden dikabarkan akan membahas penguatan kerja sama kemitraan ekonomi bilateral.

Artikel ini ditulis oleh:

Langkah Badrodin Menuju Polri 1 Tak Akan Mulus

Jakarta, Aktual.co — Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah membatalkan pelantikan Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol) Budi Gunawan sebagai Kapolri. Presiden pun akhirnya mengganti BG dengan Komjen Pol Badrodin Haiti.
Namun demikian, Komisi III DPR belum bisa terima alasan Presiden Jokowi tidak melantik BG dan mengganti BH sebagai Kapolri. 
“Mereka teman-teman di Komisi III DPR belum siap menerima alasan Presiden Jokowi dalam pergantian BG ke BH, alasan presiden masih sumir (tidak utuh). Alasannya apa main mengganti begitu saja, tanpa melantik?” kata Anggota Komisi III DPR Nasir Djamil di Jakarta, Senin (9/3).
Terlebih sambung Polisisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, kasus hukum yang menjerat Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka terbantahkan di praperadilan.
“Komisi  III menilai, penjelasan presiden perlu diutuhkan dan diperdalam lagi. Ini harus jelas parameternya. Tidak cukup alasan pergantian itu karena untuk menciptaan ketenangan, itu nggak cukup,” kata Nasir.
Dia pun tak memungkiri, jika BH tidak akan mulus dan mudah dalam perjalanan menuju kursi Kapolri. “Makanya informasi yang saya dengar, sepertinya memang perjalanan ini tidak mulus. Bahkan saya mengusulkan kepada pimpinan Komisi III untuk memberikan kesempaatan kepada  tiap 1 fraksi diberikan waktu 1 hari. Apabila dilakukan fit and proper ke BH.” Dia beralasan, karena dalam Undang-undang (UU) dalam melakukan pengujuan uji kelayakan dan kepaptutan atau diberikan waktu sampai 20 hari kedepan. “Kan ada 10 Fraksi, jadi ada 10 hari. Tergantung, fraksi mau menggunakan nggak. Hal ini kita sarankan, agar Komisi III mendapat pandangan serius oleh publik dan tak dinilai main-main dalam menentukan calon pimpinan Polri,” kata Nasir.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Berita Lain