18 April 2026
Beranda blog Halaman 38099

Hakim Sarpin Layangkan Somasi Terbuka

Jakarta, Aktual.co —  Hakim Sarpin Rizaldi melayangkan somasi terbuka kepada semua pihak yang mengkritik keputusannya terkait sidang praperadilan Komjenpol Budi Gunawan.
“Kami menyampaikan somasi atau peringatan terbuka pada seluruh khalayak ramai,” kata kuasa hukum Hakim Sarpin, Hotma Sitompoel, di Gedung Bareskrim, Jakarta, Jumat (13/3).
Ia menjelaskan, bahwa somasi ini ditujukan kepada masyarakat dan juga para pejabat serta pakar hukum yang telah memberikan pernyataan bernada negatif kepada Sarpin terkait putusan praperadilan BG.
Hotma menyayangkan adanya berbagai pemberitaan di media yang memuat komentar-komentar negatif tentang Sarpin. “Ini sudah tidak dapat ditolerir lagi. Ini harus dihentikan karena merupakan pelanggaran hukum,” katanya.
Komentar-komentar tersebut, menurut Hotma, mengandung unsur-unsur penghinaan, fitnah dan pencemaran nama baik terhadap kliennya sebagai pribadi maupun terhadap profesinya sebagai hakim dan terhadap institusi PN Jakarta Selatan serta seluruh lembaga peradilan di Indonesia.
Dalam somasinya tersebut, ia meminta para pihak yang telah memberikan komentar negatif agar segera meminta maaf melalui media cetak maupun media elektronik kepada kliennya maksimal tujuh hari sejak somasi dilayangkan.
Pada 16 Februari 2015, permohonan gugatan praperadilan Komjen Pol Budi Gunawan dikabulkan dan penetapan status tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi dinyatakan tidak sah oleh putusan Hakim Sarpin Rizaldi.
Hakim juga menyatakan Surat Perintah Penyidikan Budi Gunawan Nomor 03/01/01/2015 tidak sah.
Hakim juga menyatakan bahwa tindakan penyidikan lebih lanjut yang dilakukan oleh KPK ditetapkan tidak sah berdasar tidak sahnya penetapan tersangka dan surat perintah penyidikan. 

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Neraca Perdagangan Februari 2015 Diperkirakan Surplus

Jakarta, Aktual.co — DBS Research Group memperkirakan neraca perdagangan Indonesia pada Februari 2015 bakal surplus sekitar 400 juta dolar Amerika Serikat, meskipun laju ekspor masih melemah dan belum tertolong depresiasi rupiah.

“Pertumbuhan ekspor masih lemah untuk saat ini,” kata Gundy Cahyadi, ekonom Bank asal Singapura tersebut, melalui pesan elektronik di Jakarta, Jumat (13/3).

Perkiraan surplus Februari tersebut lebih rendah dari surplus neraca perdagangan pada Januari yang sebesar 709,3 juta dolar AS. “Kami sekali lagi melihat bertumbuhnya impor dengan indikasi masih kuatnya permintaan dari domestik saat ini,” ujarnya.

Penurunan surplus itu dilihat dari perkiraaan DBS bahwa ekspor Februari 2015 turun 9,4 persen dan impor Februari 2015 turun 6,8 persen. Surplus neraca perdagangan pada Januari 2015 didorong dengan raihan ekspor 13,30 miliar dolar AS, sedangkan impor sebesar 12,59 miliar dolar AS.

Tingkat ekspor Januari 2015 turun 8,09 persen dibanding periode yang sama tahun lalu atau jika dibandingkan Desember 2014 turun 9,03 persen . Sedangkan impor Januari 2015 turun 15,59 persen dibanding periode sama tahun lalu atau jika dibandingkan Desember 2014 turun 12,77 persen.

Sementara, secara komposisi neraca perdagangan sektor nonmigas mencatat surplus kurang lebih sebesar 740 juta dolar AS, sementara neraca perdagangan sektor migas defisit kurang lebih sebesar 30 juta dolar AS.

Secara terpisah, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati berpendapat ekspansi belanja fiskal pemerintah dan juga belanja BUMN untuk infrastruktur akan mendorong impor barang modal dan bahan baku yang akan berkontribusi untuk defisit neraca perdagangan pada Februari 2015. “Ekspornya juga masih melemah karena masih anjloknya harga komoditas,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Konflik Ahok-DPRD Diprediksi Menyebar ke Daerah

Banda Aceh, Aktual.co — Konflik antara Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama dengan DPRD DKI Jakarta diprediksi akan menyebar ke daerah.
Pengamat Kebijakan Publik dari Consortiom for Asistence Recovery of Aceh (CARA) T Hidayatuddin menyebutkan konflik di DKI Jakarta akan menimbulkan semangat legislatif untuk mengkritisi kebijakan eksekutif. 
“Misalnya, di Aceh politisi PKS akan menggunakan hak bertanya terkait bank syariah kepada gubernur. Ini hal positif. Sehingga, publik bisa melihat sikap kritis anggota dewan,” sebut Hidayatuddin, kepada Aktual.co, Jumat (13/3).
Disebutkan, terkait e-budgeting yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta, Ahok, pada prinsipnya seluruh daerah di Indonesia belum menggunakan mekanisme penyusunan anggaran dengan sistem e-budgeting. 
“Jika Mendagri menyetujui pola e-budgeting dengan alasan lebih efektif dan efisien, harus segera dikeluarkan Permen terkait ini. Sehingga, seluruh daerah menggunakan mekanisme penyusunan anggaran yang seragam,” ujarnya.
Dia menyebutkan, persoalan e-budgeting DKI tersebut sebaiknya diatur secara rinci oleh Kemendagri. Sehingga, prinsip anggaran efektif dan efisien untuk meningkatkan kemakmuran rakyat bisa diadopsi di seluruh Indonesia. “Jangan hanya DKI saja yang e-budgeting. Jika memang sepakat dengan e-budgeting, buat regulasinya dan berlakukan di seluruh daerah,” pungkas Hidayatuddin. 

Artikel ini ditulis oleh:

Pandeglang Panen Padi dan Kedelai Seluas 27.300 Hektare Sawah

Jakarta, Aktual.co — Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengunjungi Desa Mekarsari, Pandeglang, Banten, dalam rangka panen raya seluas 27.300 hektare sawah.

“Kecamatan Panimbang merupakan daerah sentra padi dan kedelai di Pandeglang. Realisasi tanam padi di Pandeglang pada Desember 2014 seluas 27.591 hektare dan yang panen pada Maret ini sekitar 27.300 hektare,” kata Amran di Pandeglang, Jumat (13/3).

Ia mengatakan, pelaksanaan panen raya di Kecamatan Panimbang merupakan salah satu komitmen pelaksanaan kerja sama dalam mewujudkan swasembada pangan, khususnya di Banten.

“Melalui panen raya di sini, saya optimis Provinsi Banten akan mampu mewujudkan percepatan pancapaian swasembada pangan nasional,” katanya.

Kementerian Pertanian menargetkan melalui pelaksanaan Upaya Khusus (UPSUS) produksi padi Banten dapat meningkatkan dari 2.021.913 ton pada 2014 menjadi 2.159.388 ton pada 2015.

Menteri Pertanian juga optimis peningkatan produksi masih akan terus meningkat pada tiga tahun ke depan baik untuk padi, jagung, maupun kedelai.

Sejak 24 Februari 2015, Menteri Pertanian telah melakukan kunjungan kerja dalam rangka panen raya di beberapa daerah.

Dalam kunjungan kerjanya ke Pandeglang, Menteri Pertanian juga didampingi oleh Plt. Gubernur Banten, Rano Karno, Kapolda Banten, Boy Rafli Amar, Bupati Pandeglang, Erwan Kurtubi, dan Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (P2HP), Kementan, Emilia Harahap.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Seniman Yogyakarta Garap Pameran ‘Made in Commons’

Jakarta, Aktual.co — Sejumlah seniman Yogyakarta akan menggarap pameran dengan tajuk “Made in Commons” berupa kolaborasi project seni untuk mewacanakan kembali konsep kebersamaan di Jogja Nasional Mesum pada tanggal 14-25 Maret 2015.

Kurator pameran, Syafiatudina saat jumpa pers di Yogyakarta, Jumat, mengatakan pameran “Made in Commons” bertujuan mengekspresikan kembali makna kebersamaan melalui media seni yang digarap secara kolaboratif.

“Betapa sekarang kita sudah terkotak-kotak baik secara etnis, peran, gaji. Mengapa kita tidak bisa menembus belenggu itu?” kata dia.

Menurut dia, selain menggandeng seniman lokal maupun internasional, pameran itu juga mengikutsertakan sejumlah komunitas, peneliti, serta aktivis.

Dalam pameran yang sebelumnya pernah disajikan di Stedelijk Museum Bureau Amsterdam (SMBA) pada 2013 itu, Dina mengatakan, masing-masing peserta akan menampilkan karya berupa pertunjukan, aksi, intervensi, serta instalasi sebagai pendekatan makna kebersamaan.

“Bentuk seninya akan berbeda dengan format tradisional sperti lukis, patung atau objek lain yang mudah dipertukarkan,” kata dia.

Seperti yang ditampilkan oleh Ketjil Bergerak, salah satu komunitas anak muda di Yogyakarta, dalam pameran itu mereka justru akan menyajikan workshop pembuatan grafiti, serta sablon t-shirt.

Manajer Ketjil Bergerak, Vina mengatakan pembutan grafiti serta sablon T-shirt merupakan salah satu kegiatan kelompok itu, yang selalu dikerjakan secara bersama.

“Karya grafiti merupakan ekspresi anak muda yang digarap secara bersama-sama. Tidak ada individualisme di sana,” kata dia.

Berbeda dengan yang ditampilkan oleh Setu Legi dari komunitas Ledok Timoho. Di salah satu ruang pameran, dia menjajarkan belasan bendera yang masing-masing dibuat oleh anak-anak yang tinggal di Kampung Ledok Timoho, suatu kampung di pinggiran Sungai Gajah Wong, Yogyakarta.

Menurut Setu, bendera-bendera itu mewakili identitas anak-anak di kampung itu yang dihuni oleh masyarakat pendatang.

“Kami ingin menunjukkan bagaimana masyarakat urban yang berasal dari daerah yang berbeda-beda dapat ‘survive’ dan menyatu di kampung itu,” kata dia.

Selain menampilkan berbagai karya, kegiatan itu juga akan dilengkapi dengan dialog bertajuk “Conversations across Commons” yang akan mendatangkan pembicara dari dalam maupun luar negeri pada 16 -18 Maret 2015.

Artikel ini ditulis oleh:

Deputi Gubernur Bidang Pariwasata Sylviana Murni Penuhi Panggilan Tim Hak Angket

Deputi Gubernur Bidang Pariwasata Sylviana Murni saat menjelaskan kepada Tim Hak Angket tentang pertemuan Isteri Ahok dan Adik Ahok dalam pembahasan perkembangan Museum Kota, di gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan. Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2015). Rapat investigasi kali ini dipimpin oleh Ketua Panitia Hak Angket, Ongen Sangaji dan dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana (Haji Lulung). AKTUAL/MUNZIR

Berita Lain