18 April 2026
Beranda blog Halaman 38274

Tanaman Pangan Bentuk NTP Naik 0,84 Persen

Jakarta, Aktual.co — Subsektor tanaman pangan yang meliputi padi dan palawija (NTP-P) dalam pembentukan nilai tukar petani (NTP) Bali perannya mengalami kenaikan sebesar 0,84 persen dari 96.15 persen pada bulan Januari 2015 menjadi 96,96 persen pada Februari 2015.

“Nilai NTP yang masih berada di bawah angka 100 itu menunjukkan bahwa pertanian tanaman pangan masih lebih besar pasak daripada tiang, yakni pengeluaran untuk konsumsi dan usaha produksi pertanian masih lebih besar daripada hasil yang diterima,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Panusunan Siregar di Denpasar, Minggu (8/3).

Ia mengatakan, indeks harga yang diterima petani (lt) pada subsektor tanaman pangan naik sebesar 0,28 persen. Kenaikan itu antara lain terjadi pada kelompok padi sebesar 0,70 persen. Namun pada kelompok palawija menunjukkan penurunan sebesar 0,90 persen, berbeda dengan indeks harga yang diterima petani, karena indeks harga yang dibayar petani menurun sebesar 0,55 persen.

Panasunan Siregar menjelaskan, penurunan tersebut dipengaruhi oleh berkurangnya indeks konsumsi rumah tangga sebesar 0,73 persen, meskipun indeks biaya produksi dan penambahan barang modal (BPPBM) mengalami kenaikan 0,32 persen. Sementara harga gabah kering panen (GKP) pada tingkat petani mengalami kenaikan sebesar 1,79 persen pada bulan Februari 2015, dibandingkan dengan bulan sebelumnya (Januar 2015). Sedangkan harga gabah di tingkat penggilingan juga meningkat sebesar 1,64 persen, sekaligus berada di atas harga patokan pemerintah (HPP) yakni di tingkat petani sebesar Rp4.419,29 per kilogram dan di tingkat penggilingan Rp4.486,79 per kilogram.

Harga gabah di tingkat petani dan penggilingan di Bali mengalami kenaikan akibat berkurangnya stok gabah di tingkat petani maupun penggilingan. Berkurangnya stok gabah tersebut, karena baru memasuki musim hujan dan petani sedang persiapan untuk melakukan penanaman.

Panasunan Siregar menjelaskan, subsektor tanaman pangan merupakan salah satu dari lima komponen pembentukan NTP Bali. Empat lainnya meliputi subsektor perikanan, peternakan. perkebunan dan hortikultura. Dari lima subsektor yang berperan terhadap pembentukan NTP Bali, dua subsektor yang mengalami penurunan yang meliputi hortikultura 0,65 persen dan tanaman perkebunan rakyat (TPR) 2,08 persen. Sedangkan tiga subsektor lainnya mengalami kenaikan selain tanaman pangan juga subsektor perikanan 1,30 persen dan peternakan 0,42 persen, ujar Panasunan Siregar.

Artikel ini ditulis oleh:

Aktivitas Vulkanik Gunung Lokon Kembali Meningkat

Jakarta, Aktual.co — Aktivitas vulkanik Gunung Lokon di Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara, kembali meningkat sejak Jumat (6/3) lalu.

“Frekuensi kegempaan vulkaniknya fluktuatif setiap enam jam. Ada kalanya 16 kali gempa atau 14 kali. Kalau ditotalkan dalam sehari di atas 40 kali gempa vulkanik dalam dan dangkal,” kata Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Lokon dan Mahawu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung di Kakaskasen Farid Ruskanda Bina, Minggu (8/3).

Farid mengatakan pada pertengahan Februari lalu sempat terjadi peningkatan aktivitas vulkanik, namun beberapa hari kemudian frekuensi kegempaan kembali menurun. Aktivitasnya kembali naik signifikan hingga di atas 10 kali dalam 24 jam dari ambang normal tiga sampai lima kali gempa per hari.

Walaupun terjadi peningkatan aktivitas vulkanik, namun kata dia, status Gunung Lokon masih siaga pada level III dengan radius bahaya sejauh 2,5 kilometer dari kawah. “Informasi ini kami sudah sampaikan ke pemerintah kota, dan mudah-mudahan segera ditindakklanjuti sehingga warga diberikan pemahaman tidak melakukan aktivitas di radius bahaya, termasuk pendakian,” ujarnya.

Dia mengatakan dengan frekuensi kegempaan yang fluktuatif seperti ini, menurunkan status ke level yang lebih aman kecil peluangnya, meskipun pada beberapa waktu lalu aktivitasnya menurun. “Intinya kami terus melakukan evaluasi terhadap kegempaan yang terjadi. Frekuensi kegempaan setiap enam jam kami sampaikan ke PVMBG Bandung. Mereka nantinya yang akan memutuskan apakah status Gunung Lokon layak diturunkankan atau tidak,” ujarnya.

Pasca letusan pada September tahun lalu, terbentuk beberapa kawah-kawah baru berdiameter variatif di rekahan sepanjang 200 meter ke arah barat kawah.

Artikel ini ditulis oleh:

Kampanye Bahaya ISIS

Puluhan anggota Aktor Muda Indonesia melakukan aksi di Bunderan HI, Jakarta, Minggu (8/3/2015). Dalam aksinya para Aktor Muda Indonesia berkampanye tentang bahaya ISIS, bahwa ISIS itu Meyimpang Ajaran Islam. AKTUAL/MUNZIR

Warga Surabaya yang Hilang di Turki, Dikenal Tertutup dan Religius

Surabaya, Aktual.co — Enam orang dalam 1 Keluarga yang hilang di Turki diketahui adalah warga Kedung Sroko gang 7 no 28 Surabaya, yakni keluarga Jusman Ary. Di rumah tua warisan orang tua itulah, mereka tinggal selama 10 tahun. Jusman bersama istrinya, Uly Isnuri, dan keempat anaknnya  Humaira Hafshah,  Urayna Afra,  Aura Kordova dan Dayyan Akhtar. Namun rumah tersebut dalam keadaan tidak berpenghuni dan terkunci.

Menurut tetangga sebelah Yopi, bahwa keluarga Jusman terakhir terlihat pergi  dua minggu lalu. “Pindah atau tidak, saya tidak paham betul sebab tidak terlihat seperti orang pindah yang mengemasi almari, tempat tidur dan sebagainya.” Kata Yopi (8/3).

Di kampung sendiri, keluarga Jusman dikenal tertutup, bahkan warga tidak tahu pekerjaan Jusman. Jusman memang dikenal religius karena sering berceramah di masjid terdekat dan menjadi imam sholat. Kendati pun keempat anak-anak Jusman, tidak disekolahkan, tetapi pandai membaca kitab suci Al-Quran.

“Anak-anak di kampung juga tidak mengenal dekat dengan anak-anak Jusman, Jusman dan istrinya melarang anaknya untuk bermain di luar rumah.” lanjut Yopi.

Begitu pula dengan istri Jusman, Uly Isnuri. Warga tidak terlalu mengenal. Sebab, istrinya tidak pernah keluar rumah, jika tidak ada keperluan penting. Itupun, Uly selalu tampak memakai jubah dan cadar hanya terlihat bagian mata saja.

Warga juga tidak hafal betul dengan karakter Uly, sebab selama 10 tahun di rumah tersebut, Uli tidak pernah bicara saat bertemu dengan warga, hanya tersenyum saja dan kemudian pergi. Hampir sama dengan Jusman, tidak pernah menghadiri kegiatan kampung seperti arisan dan kerja bakti, kecuali kegiatan di masjid.

Artikel ini ditulis oleh:

Perihal Enam Warganya yang Hilang di Turki, Risma Himbau Soal Jihad

Surabaya, Aktual.co — Terkaitnya hilangnya 10 warga Surabaya yang hilang di Turki yang diumumkan kementrian luar negeri, Walikota Surabaya, Tri Risma Harini, menegaskan dari hasil pengecekan database kependudukan  hanya ada 6 orang saja yang tercatat warga Surabaya.

“Enam orang tersebut adalah  satu keluarga terdiri dari Ayah, ibu dan 4 anaknya.” Kata Risma, Minggu (8/3).

Risma membeberkan data dari kementerian berbeda dengan data Pemerintah kota Surabaya. Memang, lanjutnya, ada 8 orang yang sebelumnya pernah tercatat di warga Surabaya. Selain satu keluarga berjumlah enam jiwa, dua warga lainnya hanya tercatat pernah menjadi warga Surabaya dan sudah pindah.

Pemerintahan kota Surabaya sendiri sudah melakukan pengecekan dengan turun ke lapangan dan sempat bertemu dengan kerabat keluarga dan tetangganya. Meskipun tidak mau menyebutkan hasil pertemuan dengan kerabatnya, namun Risma langsung berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

Risma memang tidak berani membeberkan apakah keluarga tersebut ada keterkaitannya dengan jaringan ISIS mengingat harus bekerja sama dengan kepolisian, namun Risma sempat melontarkan kalimat  agar warga Surabaya tidak perlu ikut serta berjihad dengan  kelompok garis keras.

“Saya tegaskan lebih masyarakat kalau ingin berjihad silakan saja, tetapi jihad yang benar. Berantas narkoba juga bagian dari jihad.
Seperti diketahui, kementrian luar negeri mengumumkan 16 warga negara Indonesia hilang saat melakukan tour  ke Turki. Berbagai dugaan muncul di pemberitaan mereka terlibat jaringan ISIS.
(Laporan: Ahmad H. Budiawan)

Artikel ini ditulis oleh:

Terlalu Tajam, Film ‘Under The Dome’ Ditarik Pemerintah Tiongkok

Malang, Aktual.co — Pihak berwenang Tiongkok akhirnya mencabut film ‘Under The Dome’, salah satu film dokumenter yang menyoroti masalah pencemaran udara di negara tersebut.

BBC melaporkan, film tersebut dihapus setelah dua hari diunggah pada situs online dan ditonton setidaknya oleh 100 juta orang. Perdana Menteri Li Keqiang menyebut film ini telah meresahkan masyarakat di negaranya. Ia berjanji akan melawan polusi udara dengan serius setelah film ini dirilis, sebab, isu lingkungan kini telah mendominasi rapat saat Kongres Rakyat Nasional di Parelemen Beijing.

Menteri Perlindungan Lingkungan, Chen Jining mengapresiasi film ‘Under The Dome’, kepada para jurnalis ia mengatakan, pihaknya akan mendorong semangat peningkatan kualitas udara. “Film ini mendorong pula para setiap individu agar menjaga udara,” kata Chen Jining, seperti dilansir dari BBC.

Film Mengambil Set Badai China
Mengawali film dengan kemeja putih sederhana dan celana Jeans, Ms Chai sang pembuat film ini bercerita mengenai kondisi udara di Tiongkok dalam film berdurasi 103 menit itu. Film dokumenter ini merupakan hasil investigasi Ms Chai Jing selama setahun. Di negaranya ia juga dikenal sebagai jurnalis.

BBC menuliskan, film dokumenter ini bisa jadi berawal dari pengalaman probadi Chai Jing yang pernah hidup selama enam tahun di kawasan penambangan batu bara di provinsi Shanxi, salah satu tempat paling tercemar di bumi.

Dalam film ini, juga terdapat beberapa dialog yang cukup mengerikan, dimana saat itu Chai Jing sedang berusaha bertanya kepada salah seorang penduduk. “Apakah anda pernah melihat bintang?” tanya Chai Jing. “Tidak,” jawab seorang gadis.
“Apakah anda pernah melihat langit berwarna biru,” tanya Chai “Saya hanya melihat sedikit saja,” tegas wanita itu.
“Apakah anda pernah melihat langit berwarna putih,” “Tidak” Jawab gadis tersebut.

Ditonton 100 Juta Orang
‘Under The Dome’ film dokumenter investigasi ini berhasil merebut para pecinta film di internet, dalam waktu kurang dari 48 jam, film ini sudah ditontong setidaknya 100 juta orang di dunia. Dibuat oleh Chai Jing, seorang jurnalis investigasi ternama, film ini juga sangat tajam dan mengkritik hukum yang ada di China. Demi melakukan hal ini, Chai Jing harus merogoh koceknya sendiri untuk proses pembuatan film.

Film yang diunggah dalam situs Youku pada sekitar hari Kamis (5/3) ini ternyata dua hari setelahnya sudah, Sabtu (7/3) raib. Situs Youku menuliskan “Kami sangat menyesal tidak bisa menampilkan video yang ada minta,” Tulis Youku.

Rakyat Melawan
Negara Tiongkok dikenal paling reaktif terhadap permasalahan sensor. Hal ini memantik reaksi dari para pengguna media sosial dan nettizen di Tiongkok. “Kapan Negara ini mampu menghadapi sikap rakyatnya sendiri,” tulis seorang pengguna Weibo. Pengguna lain, menuliskan “Beberapa orang memiliki kekuatan untuk menghilangkan film Under The Dome di internet, tapi tidak memadamkan kekuatan untuk melawan kabut di negara ini,”

Alvin Li salah seorang direktur kebijakan yang berbasis di Beijing, mengatakan kelompok lingkungan di Dewan Pertahanan Simber Daya Alam setidaknya membuat beberapa pejabat gugup. “Masalah polusi udara sudah dibahas dengan serius selama beberapa pekan terakhir, film Under The Bone benar-benar membuat kami harus serius mendiskusikannya,” tutur Alvin.

Willy Lam, salah seorang analis politik mengatakan “Pemerintah harus benar-benar serius tentang masalah ini, karena berkaitan dengan semua aspek, seperti industri dan pertanian, dan itu adalah hal sulit untuk diatasi,” tegas dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain