17 April 2026
Beranda blog Halaman 39220

PLN Targetkan Pemakaian BBM 2015 Turun 21 Persen

Jakarta, Aktual.co — PT PLN (Persero) menargetkan pemakaian bahan bakar minyak pembangkit listrik pada 2015 sebesar 5,7 juta kiloliter atau turun 21 persen dibandingkan realisasi 2014 sebesar 7,2 juta kiloliter. PLN bertekad untuk menurunkan pemakaian BBM pembangkit.

“Pada 2015, pemakaian BBM turun menjadi 5,7 juta kiloliter,” ujar Kepala Divisi BBM dan Gas PLN Suryadi Mardjoeki di Jakarta, Kamis (5/2).

Menurut dia, penurunan pemakaian BBM sekitar 1,5 juta kiloliter terutama berasal dari pembangkit di Medan yang memakai gas. Pada 2015, pembangkit di Medan diperkirakan hanya memakai BBM sebesar 1,5 juta kiloliter atau turun dibandingkan sebelumnya sekitar tiga juta kiloliter. Selain itu, pemakaian BBM di Jawa-Bali juga berkurang sekitar 100.000 kiloliter dengan beroperasinya PLTG di Benoa dan PLTU Celukan Bawang di Bali.

PLTG Benoa dan PLTU Celukan Bawang mulai beroperasi pada pertengahan 2015 yang akan mengurangi pemakaian BBM di sistem Jawa-Bali dari 900.000 menjadi 400.000-500.000 kiloliter.

Dengan penurunan pemakaian BBM tersebut, lanjutnya porsi BBM dalam bauran energi ditargetkan turun menjadi sebesar 8,85 dari realisasi 11,37 persen.

Untuk gas, menurut Suryadi, pemakaiannya ditargetkan mengalami kenaikan menjadi 475 triliun “British thermal unit” (TBTU) dari realisasi 2014 sebesar 450 TBTU.

“Peningkatan pemakaian gas terutama di Medan yang menggantikan BBM dan Bali dari rencana operasi terminal gas di Benoa dan PLTU Celukan Bawang,” tuturnya.

Pada rapat kerja Komisi VII DPR dengan Menteri ESDM Sudirman Said, Rabu (4/2) malam, disepakati subsidi listrik sebesar Rp66,15 triliun.

Asumsi yang dipakai adalah kurs Rp12.500 per dolar, harga minyak (ICP) 60 dolar per barel, pertumbuhan sembilan persen, penjualan 216 tera Watt hour, susut 8,45 persen, dan porsi BBM 8,85 persen.

Lalu, biaya pokok penjualan Rp1.282 per kWh atau Rp277,5 triliun, tarif listrik Rp1.072 per kWh, subsidi operasi untuk pelanggan subsidi Rp57,6 triliun, marjin usaha 7 persen atau Rp7,18 triliun, dan penundaan tarif penyesuaian Rp1,3 triliun.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Komisi V Setujui Anggaran Program BPWS Sebesar Rp295 Miliar

Jakarta, Aktual.co — Komisi V DPR menyetujui alokasi anggaran RAPBN-P 2015 untuk program Badan Pelaksana Badan Pengawas Wilayah Surabaya-Madura (BPWS) sebesar Rp. 295.507.000.000, pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara BPWS dengan Komisi V DPR RI.
“Komisi V DPR menyetujui penjelasaan alokasi anggaran dalam RAPBN-P Tahun Anggaran 2015 untuk fungsi dan program badan pelaksana pembangunan wilayah Suramadu,” kata Ketua Pimpinan Rapat, Yudi Widiana Adia, di gedung DPR, Jakarta, Kamis (5/2).
Pada kesimpulan rapat, Komisi V DPR meminta Bapel-BPWS untuk meningkatkan  peran sesuai Perpres Nomor 27 Tahun 2008 juncto Perpres Nomor 23 Tahun 2009 tentang Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura. 
Selain itu, memperkuat sinergi program dan koordinasi dengan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat,  Kementerian Perhubungan,  Pemerintah Daerah dan pemangku kepentingan (stakeholders) lainnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Budiono Tan Terancam Hukuman Empat Tahun Bui

Jakarta, Aktual.co — Terdakwa Budiono Tan dalam kasus penipuan dan penggelapan sekitar 1.535 sertifikat milik petani sawit di Kabupaten Ketapang, Kalbar, terancam empat tahun bui, 
JPU dalam agenda dakwaannya mendakwa Budiono Tan melanggar 372 KUHP, Jo pasal 64 ayat (1) KUHP, dan dakwaan kedua melanggar Pasal 378 KUHP Jo pasal 64 ayat (1) KUHP.
“Terdakwa diancam dengan hukuman maksimal empat tahun kurungan penjara,” kata Humas Pengadilan Negeri Ketapang, Eri Sutanto saat dihubungi, Kamis (5/2).
Terdakwa Budiono Tan, tiba di Pengadilan Negri Ketapang sekitar pukul 09.20 WIB menggunakan mobil tahanan dengan penjagaan dan pengawalan ketat pihak kepolisian Polres Ketapang.
Sidang perdana tersebut, berjalan sekitar 40 yang dipimpin langsung oleh Hakim Ketua Pengadilan Negri Ketapang Achmad Rifai, hakim anggota Robby Hermawan, dan Elyas Ekos Setyo. Sementara dari JPU, yakni Sri Rahayu, Rusatam Efendi, M Tohe.
“Pihak pengadilan membatasi masyarakat yang hadir dalam persidangan, yang hanya memperbolehkan perwakilan-perwakilan dari masyarakat dan petani, karena keterbatasan ruangan,” kata Eri.
Terkait independen hakim yang akan memimpin persidangan, Eri menegaskan pihaknya akan bekerja semaksimal mungkin dan secara independen tanpa adanya intervensi dari pihak lain.
“Dalam kasus ini kita melihat semua berdasarkan fakta persidangan dan barang bukti yang ada, kalau memang bersalah, maka dihukum dengan aturan yang berlaku,” ujarnya.
Dia meminta kepada masyarakat yang hadir dalam persidangan, agar dapat bersama-sama menjaga jalannya persidangan agar berjalan aman dan lancar.
Sidang akan dilanjutkan pada 11 Februari 2015, dengan agenda pembacaan eksepsi oleh kuasa hukum terdakwa Budiono Tan.
Budiono Tan dilaporkan 21 Juli 2009 ke Polda Kalbar, karena menggelapkan uang petani sawit Rp 300 miliar, atas penggelapan itu petani sawit mendesak pihak PT BIG segera membayar hasil panen selama empat bulan (Juni, Juli, Agustus, dan September 2009) senilai Rp119 miliar. 
Sekaligus meminta segera mengembalikan uang petani yang tidak disetorkan ke Bank Mandiri dengan jumlah Rp77 miliar, juga mengembalikan uang setoran petani 30 persen sebanyak Rp26 miliar, uang tersebut disimpan di Bank Danamon Cabang Ketapang.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

YLKI: Uang Kembalian di Minimarket Untuk Donasi Sumbangan Harus Ditolak

Jakarta, Aktual.co — Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengatakan uang kembalian yang dikonversi menjadi sumbangan harus ditolak jika tidak ada pertanggungjawaban yang jelas.

“Ditolak saja daripada penggunaan uang tidak jelas. Pelanggan harus memastikan itu benar jika memang mau mendonasikannya,” kata Tulus di Jakarta, Kamis (5/2).

Untuk itu, dia meminta agar konsumen menanyakan kepada pelayan minimarket apabila ada hal-hal mencurigakan terkait konversi uang kembalian menjadi sumbangan dalam program sosial tertentu.

Salah satu indikasinya, saat jumlah uang yang didonasikan tidak tercantum di dalam struk belanja sehingga sulit untuk dipertanggungjawabkan.

Dalam beberapa kasus, pelayan minimarket menawarkan pilihan agar kembalian dikonversi menjadi donasi dengan alasan tidak memiliki atau kehabisan stok uang pecahan kecil seperti di bawah Rp500.

Di peristiwa lain, pelayan minimarket kadang mengganti kembalian receh dengan permen. Hal itu kadang memberikan “rasa keterpaksaan” kepada konsumen untuk menerima tawaran itu.

“Warga memiliki hak untuk menanyakan itu jangan sampai ada uang yang tidak dipertanggungjawabkan. Konsumen harus tahu uang donasi itu digunakan untuk lembaga sosial apa. Jangan sampai kepentingan sosial dan komersial bercampur aduk,” katanya.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyarankan agar masyarakat menggunakan uang elektronik (e-money) untuk menghindari “rasa keterpaksaan” mendonasikan uang kembalian atau menggantinya dengan produk lain seperti permen.

Lewat penggunaan uang elektronik itu dikatakan Ahok memberikan kemudahan dalam memberikan kembalian karena uang tersebut terekam di dalam sistem elektronik, tanpa uang fisik.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

BKPM Sosialisasikan PTSP ke Kadin

Jakarta, Aktual.co — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) mengadakan dialog dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) terkait layanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dari BKPM. Pasalnya, selama para pelaku usaha menilai bahwa perizinan merupakan hal yang rumit.

“Dalam PTSP ini kami menyederhanakan proses perizinan usaha dan investasi. Ini telah kami ujicoba pada Januari lalu dan sudah diresmikan oleh Pak Presiden,” ujar Kepala BKPM, Franky Sibarani di Menara Kadin Jakarta, Kamis (5/2).

Lebih lanjut dikatakan Franky, terdapat 118 izin dari Kementerian/Lembaga yang didelegaskan ke BKPM untuk menangani perizinan berbagai usaha, kecuali minyak dan gas (migas). Menurutnya, untuk migas perizinannya masih dilakukan di Kementerian ESDM.

“Dengan PTSP ini nanti cukup datang ke BKPM, jadi ngga perlu lagi untuk keliling Jakarta urus izin,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Penyebab dan Melawan Kelebihan Gula dengan Cara Ini

Jakarta, Aktual.co — Gula merupakan karbohidrat yang secara alami hadir dalam berbagai makanan seperti susu, buah-buahan dan madu. Se-buah jumlah tertentu dari gula diperlukan dalam diet Anda sebagai energi untuk bahan bakar otot serta menjaga otak berfungsi dengan baik.

Masalahnya, adalah tambahan gula dalam makanan olahan yang menimbulkan resiko bagi kesehatan Anda. Asupan gula tinggi menyebabkan peningkatan tajam dalam kadar gula darah, menawarkan tinggi merasa baik yang diikuti oleh kemerosotan energi yang membuat Anda lelah,  rewel dan keinginan mengonsumsi lebih banyak gula.

Hal tersebut memberikan kontribusi untuk masalah berat badan, dan peningkatan yang drastis dalam hasil konsumsi gula dan kondisi kesehatan, termasuk diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan penyakit Alzheimer. Menurut para ahli,  gula tidak gemuk adalah penyebab utama epidemi obesitas.

Gula sulit untuk didefinisikan
Biasanya, ketika kita berbicara tentang gula, kita mengacu kepada gula meja, yang berasal dari tebu. Gula meja juga dikenal sebagai sukrosa. Sukrosa adalah kombinasi glukosa 50 persen dan 50 persen fruktosa. Glukosa dan fruktosa perlu diperlakukan secara individual karena mereka diproses secara berbeda dalam tubuh. Bagaimana keduanya diproses memiliki konsekuensi serius pada kesehatan.

Gula adalah adiktif
Gula mengubah jalur biokimia di otak dan macam-macam dengan reseptor dopamin. Ketika Anda mengonsumsi terlalu banyak gula, Anda kecanduan untuk menginginkannya kembali. Hal ini menyebabkan ketergantungan.

Gula dapat tersembunyi di antara bahan-bahan
Ada gula tersembunyi di sebagian besar makanan olahan. Bahkan makanan tersebut diiklankan sebagai rendah lemak dan mengandung gula tambahan untuk meningkatkan rasa dan kelezatan mereka, juga untuk menambah volume dan tekstur, bukan lemak. Bahkan, item gurih seperti kari siap pakai, sup dan saus dapat berisi tambahan gula. Rata-rata, satu kaleng minuman soda mengandung setara dengan tujuh sendok teh gula.

Fruktosa tidak sehat!
Fruktosa secara alami terdapat dalam makanan seperti buah-buahan, sayuran dan kacang-kacangan, tapi itu tidak berarti bahwa itu baik untuk kesehatan Anda. Glukosa akan diproses dalam usus selama proses pencernaan dan digunakan oleh semua sel dalam tubuh Anda.

The American Heart Association dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan bahwa asupan gula tambahan sehari-hari harus sembilan sendok teh (38 gram) untuk pria dan enam sendok teh (25 gram) untuk wanita, demikian lapor laman Healthmeup, Kamis (5/2).

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain