13 April 2026
Beranda blog Halaman 39356

Hizbullah Kirim “Pesan Damai” kepada Israel

Jakarta, Aktual.co —Israel mengatakan telah menerima pesan dari Hizbullah. Dalam pesan tersebut, Hizbullah mengungkapkan harapan mereka agar tidak ada eskalasi bentrokan antar keduanya di perbatasan. Sebelumnya pada Rabu (28/1), bentrokan antara Hizbullah dan militer Israel di perbatasan telah menewaskan tiga orang.

Menteri Pertahanan Israel Moshe Yaalon mengatakan pesan itu dikirim melalui perantara misi PBB. Meski begitu, ia tetap memerintahkan pasukan Israel untuk siaga penuh. Dua tentara Israel yang tewas dalam bentrokan telah dikuburkan pada Kamis (29/1). Dalam serangan Hizbullah itu, seorang penjaga perdamaian PBB Spanyol juga dilaporkan tewas.

Hizbullah dan Israel terlibat perang mematikan pada tahun 2006 yang berakhir di “jalan buntu”. Konflik saat itu berlangsung selama satu bulan dan menyebabkan banyak korban jiwa, kerusakan, dan kekacauan di kedua sisi perbatasan. Menurut BBC, tampaknya baik Hizbullah maupun Israel sama sekali tak berminat untuk kembali bentrok.

M Taufik: Ahok Putus Asa!

Jakarta, Aktual.co —Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, M Taufik, mengaku heran dengan wacana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang memperbolehkan mobil pribadi orang kaya bisa menggunakan jalur transjakarta. Menurutnya, memperbolehkan mobil masuk di jalur transjakarta sama saja dengan sikap tidak berdaya menangani para pengendara yang nakal. Seharusnya, kata dia, Basuki bisa lebih menegaskan sterilisasi jalur transjakarta seperti konsep awal.

“Jangan begitu dong, jangan putus asa. Masa menyerah sih,” kata Taufik kepada Kompas.com di Gedung DPRD DKI, Jumat (30/1) siang. Kader Fraksi Partai Gerindra itu menjelaskan bahwa membuka jalur transjakarta bagi kendaraan pribadi bukan solusi dari menuntaskan kemacetan di Jakarta. Ia menilai demikian meskipun, nantinya, seperti kata Basuki, rencana itu bisa diiringi dengan kompensasi yang sebanding.

Taufik pun berharap agar Basuki tetap berupaya menjaga sterilnya jalur transjakarta. Basuki juga diharapkan menindak tegas pengendara-pengendara lain yang melanggar dengan memasuki jalur transjakarta. Kompensasi yang disebut Basuki adalah memasang banyak “bus stop busway”. Orang-orang kaya dengan kendaraannya boleh masuk jalur transjakarta, tetapi harus menempelkan e-money sehingga akan ada pembayaran secara elektronik tiap sekali masuk.

“Kalau masih banyak kendaraan melintas di jalur transjakarta, kami naikkan tarifnya jadi Rp 100.000 dan seterusnya,” ucap pria yang biasa disapa Ahok itu. Retribusi dari para pengguna kendaraan pribadi ini akan dialihkan ke subsidi transportasi massal, yakni pengadaan transjakarta, bus tingkat gratis, dan lainnya.

Rencana Pembangunan Pemukiman Baru Yahudi Dikutuk AS

 Washington, Aktual.co —Gedung Putih mengutuk rencana Israel untuk membangun 450 rumah baru di Tepi Barat sebagai “tidak sah dan kontraproduktif” untuk mencapai perdamaian, Jumat (30/1).  “Kami memiliki keprihatinan yang mendalam tentang pengumuman pembangunan yang sangat kontroversial ini,” kata juru bicara Gedung Putih Josh Earnest.

“Itu akan memberikan dampak yang merugikan di lapangan, memicu ketegangan yang sudah panas dengan Palestina dan selanjutnya mengisolasi Israel secara internasional. ” Pengumuman Israel itu, yang dilakukan hanya beberapa pekan sebelum pemilihan umum 17 Maret, makin membuat tegang hubungan antara Amerika Serikat dengan sekutu utama Timur Tengah-nya.

Pemerintahan Presiden Barack Obama telah kesal dengan keputusan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menerima undangan Kongres untuk berbicara tentang Iran pada awal Maret. Obama mengatakan dia tidak akan bertemu Netanyahu dalam kunjungan itu karena terlalu dekat dengan pemilihan umum Israel, di mana Netanyahu kembali mencalonkan diri.

Gedung Putih menyebut pidato di hadapan Kongres sebagai hal yang di luar protokol. Israel menjajah Tepi Barat dan Jerusalem timur pada 1967 melalui perang enam hari. Membangun pemukiman adalah ilegal berdasarkan hukum internasional dan ditentang oleh masyarakat internasional karena menghambat terciptanya kesepakatan perdamaian akhir dengan Palestina.

Artikel ini ditulis oleh:

Erdogan Ingin Disamakan dengan Ratu Elizabeth

Istambula, Aktual.co —Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan menepis kritik bahwa dia berusaha membentuk kekuasaan seperti layaknya seorang sultan dalam memimpin Turki yang liberal. Sebaliknya, Erdogan mengungkapkan bahwa dia ingin memerintah seperti pemimpin Inggris, Ratu Elizabeth II. Kepada media milik pemerintah Turki, TRT channel, Erdogan menjamin bahwa keinginannya untuk memperluas peran presiden tidak akan merusak demokrasi Turki. Terkait hal ini, Erdogan mencontohkan pemerintahan Inggris.

“Menurut pendapat saya, Inggris menganut sistem semi-presiden. Dan unsur dominan dalam pemerintahan adalah sang Ratu,” kata Erdogan, dikutip dari Al-Arabiya, Jumat (30/1). Padahal, sistem pemerintahan Inggris adalah monarki konstitusional yang diatur sistem parlementer. Raja dan keturunannya hanya memegang kekuasaan simbolik. Komentar Erdogan tersebut muncul setelah mendapat kritik segar dari pihak oposisi bahwa dia akan bertindak seperti “sultan Ottoman” ketika peran presiden di Turki jadi diperluas.

Menampik hal tersebut, Erdogan menyatakan bahwa para pemimpin negara yang menganut sistem presidensial, seperti Amerika Serikat, Brazil, Korea Selatan, dan Meksiko tidak dituduh bertindak seperti raja. “Maksudku, mengapa menyinggung monarki ketika ide seperti ini terlontak di Turki?” kata Erdogan. “Kita perlu segera menutup kesenjangan perlombaan kekuasaan ini. Keuntungan terbesar (dari perluasan peran presiden) adalah tak ada lagi pembuatan kebijakan melalui berbagai saluran,” kata Erdogan melanjutkan.

Erdogan dilantik sebagai Presiden Turki pada bulan Agustus lalu. Sebelumnya, Erdogan menjabat sebegai perdana menteri selama lebih dari satu dekade. Erdogan merupakan presiden Turki pertama yang menjabat karena dipilih langsung oleh rakyat. Ketika memenangkan pemilu, Erdogan berjanji akan menerbitkan kebijakan populer dan menjadi pemimpin yang aktif dan kuat. Oposisi pemerintah menuduh Erdogan mengubah sistem negara Turki yang liberal dengan memberlakukan Islamisasi secara bertahap dan mengabaikan demokrasi.

Turki akan mengadakan pemilihan parlemen pada bulan Juni mendatang. Partai yang berkuasa dan pro-Erdogan, Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) berencana memenangkan parlemen dan meningkatkan kekuasaan presiden Erdogan. “Turki yang baru harus memiliki konstitusi baru,” kata Erdogan.

PDI-P dan PKB Janji tetap Dukung Jokowi

 Jakarta, Aktual.co —Organisasi pemuda Komunitas Banteng Muda (KBM) PDIP dan Garda Bangsa PKB berjanji untuk tetap mendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk semua kebijakan yang diambilnya demi persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. “Ini memang fase berbangsa berat dimana ‘devide et impera’ harus kita kalahkan. Terus support Jokowi, jangan tinggalkan di saat dia di posisi susah,” kata Deklarator Komunitas Banteng Muda (KBM) Banyu Biro Djarot di Jakarta, Sabtu (31/1).

Pada kesempatan itu KBM dan Garda Bangsa PKB yang diketuai Menaker M Hanif Dhakiri mengadakan pertandingan paint ball persahabatan di hutan wilayah Jawa Barat. Banyu Biru Djarot menekankan semua pihak agar tidak mudah terprovokasi di tengah situasi politik yang sedang memanas dalam beberapa waktu terakhir terutama terkait konflik KPK-Polri. “Di saat situasi politik yang kesannya terbelah, yang muda harus bersatu untuk menyatukan. Merajut dikala merengang. Selamatkan semua institusi negara. Masa depan negeri ini adalah tanggung jawab kami semua pemuda dari manapun,” katanya.

Menurut dia, Jokowi sebagai Presiden RI harus didukung oleh seluruh rakyat Indonesia meskipun rakyat tetap harus kritis menyikapi kebijakan yang diambilnya. Pada kesempatan yang sama Hanif Dhakiri menambahkan para pemuda harus memelopori kebersatuan demi tetap utuhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Ini pesan untuk seluruh rakyat di Republik ini, bahwa di atas perbedaan yang ada di antara anak bangsa, persatuanlah yang utama,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Hizbullah tidak Ingin Perang dengan Israel

Beirut, Aktual.co —Ketegangan antara Hizbullah di Lebanon dan Israel mereda. Ucapan Hizbullah yang tidak akan melakukan serangan, bukan berarti mereka tidak siap lawan Israel. Pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah mengatakan mereka tidak ingin berperang dengan Israel. Tetapi Nasrallah menegaskan mereka siap untuk bertempur ‘di mana saja dan kapan saja’.

Berbicara kepada para pendukungnya lewat video yang diunggah secara online, Nasrallah memperingati enam pejuang Hizbullah dan seorang jenderal Iran yang tewas di Suriah pada 18 Januari 2015 lalu. Mereka tewas serangan udara Israel, sebuah serangan yang disebutnya ‘kejahatan pembunuhan’.

Hizbullah membalasnya dengan meluncurkan sebuah roket terhadap konvoi kendaraan militer Israel di perbatasan Lebanon-Israel pada Rabu (28/1). Serangan ini menewaskan dua tentara Israel. Israel membalasnya dengan serangan udara dan tembakan artileri. Seperti dilansir dari VOA Indonesia, Sabtu (31/1/2015), serangan balasan dari Israel justru menewaskan seorang tentara Spanyol yang tergabung dalam pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL).

Anehnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyalahkan Iran atas insiden Rabu itu. Pertempuran ini sendiri merupakan pertempuran paling sengit disana sejak perang 2006 antara Israel dan Hizbullah yang didukung Iran. Netanyahu pun mengatakan Israel akan terus membela diri atas segala ancaman dari jauh maupun dekat.

Berita Lain